Thursday, June 25, 2009

Parodi Tokusatsu (dalam Lima Menit)

Menanggapi tulisan Super Rangers dalam Lima Menit, sejumlah pembaca berkomentar, "Bukannya tayangan tokusatsu sendiri emang aslinya ancur, Man?"

Jawaban saya: betul. Tapi setidaknya mereka niat dalam membuat cerita yang ancur. Bahkan kostum yang ancur pun konsisten. Memang diniatkan. Bukan karena minim kepedulian.

Untuk menunjukkan betapa niatnya acara tokusatsu untuk bikin tayangan yang ancur, saya akan menulis ulang sebuah skenario parodi tokusatsu yang saya tulis sepuluh tahun lalu.

Bagi pembaca awam yang belum tercerahkan, Spaced-out Gyuvan adalah parodi dari Space Cop Gaban dan Arga 0815 adalah parodi dari Saras 008 yang disponsori oleh Indosat ketika para eksekutifnya entah sedang mabok apa.




SPACED-OUT GYUVAN VS ARGA 0815


EXT. DAERAH ANTAH BERANTAH YANG BANYAK TEBING DAN BATU - SIANG HARI

Seorang CEWEK tampak berlari-lari ketakutan, sesekali melihat ke belakang, ke arah pengejarnya.

CEWEK:
(berteriak)
Tasuketeeee!

Yang dalam bahasa Indonesia artinya: toloooong! Berhubung latarnya antah berantah, mendadak terasa wajar sekali jika para tokoh dalam cerita ini bisa bahasa Jepang campur Indonesia dan Inggris.

SPACED-OUT GYUVAN tampak duduk di atas batu, bersilang kaki, sudah dalam baju tempur. CEWEK lewat di depan GYUVAN, melintas kamera.

CEWEK (O.S.) (CONT'D):
(berteriak)
Tasuketeeee!

SPACED-OUT GYUVAN masih termenung. CEWEK kembali ke samping SPACED-OUT GYUVAN.

CEWEK (CONT'D):
Woi, tasukete, oi!
(menendang GYUVAN)

SPACED-OUT GYUVAN:
(baru nyadar)
Hah?

Mendadak muncullah MONSTER.

MONSTER:
(suara seram)
Aaaku mooonster!

SPACED-OUT GYUVAN:
(mengajak salaman)
Gyuvan.

MONSTER dan SPACED-OUT GYUVAN bersalaman.

SPACED-OUT GYUVAN (CONT'D):
Ada apa, ya?

MONSTER:
(berubah sopan)
Nggak, ini... aduh, permisi yah. Tapi aku kan lagi ngejar cewek nih, teru--HEY!
(baru nyadar)
Gua MONSTER, geblek!

SPACED-OUT GYUVAN:
Lho, yang bilang bukan, siapa?

Seakan menjawab, datanglah JENDERAL MUSUH bersama PARA PRAJURIT MUSUH figuran.

JENDERAL MUSUH:
HAHAHAHA! Jadi kamu ingin menghalangi kami, Spaced-Out Gyuvan?

PARA PRAJURIT MUSUH:
Ki! Ki! Ki! [terjemahan bebas: Ya! Ya! Ya!]

GYUVAN:
Euh, pilihannya apa aja?

JENDERAL MUSUH:
A) "Tentu saja, saya adalah pejuang keadilan!"
B) "Tapi hari ini sedang libur."
C) "TIADA LIBUR BAGI PERJUANGAN MENENTANG KEJAHATAN!"
D) "Kecuali kalau long weekend."

GYUVAN:
Oke, lelucon Who Wants to Be a Millionaire udah basi nih. Jadi kita perlu cara lain untuk mengalihkan situasi.

Mendadak terdengar suara angklung dari kejauhan memainkan satu lagu Beethoven. Semuanya langsung mencari-cari sumber suara, bukan karena kaget, melainkan karena ingin memberi tahu pemainnya, kalau di dunia nyata tidak mungkin bisa memainkan lagu Beethoven yang mana pun cuman dengan menggunakan satu angklung.

Tampak SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING bergerak seperti meneriakkan sesuatu. Tapi karena terlalu jauh, tidak terdengar jelas.

JENDERAL MUSUH:
Ee?
(menunjuk ke BAYANGAN)
Omae ha dare da? [terjemahan bebas: Siapa kamu?]

PRAJURIT MUSUH:
Ki! Ki! Ki! [terjemahan bebas: Dare da! Dare da! Dare da!]

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING kembali meneriakkan sesuatu. Masih tak jelas.

JENDERAL MUSUH:
(masih menunjuk)
OMAE HA DARE DA!?

PRAJURIT MUSUH:
KI! KI! KI! [terjemahan bebas: DARE DA! DARE DA! DARE DA!]

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING lagi-lagi meneriakkan sesuatu yang tak jelas.

JENDERAL MUSUH:
Ah, udah lah, lupakan. Nggak kedengeran sama sekali.
(membalik ke GYUVAN)
Hahaha, jadi kamu ingin menghalangi kami, Spac--

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING PAKAI MEGAPHONE:
Cek, cek, satu dua tiga. OIII! TUNGGU GUA TURUUN!

CUT TO:

Situasi di atas tebing, memperlihatkan seorang PEMUDA kurus dengan jaket merah, tas pinggang hijau, dan cambang panjang yang berkibar ditiup beberapa pemuda lain di luar pandangan kamera--mereka dibayar khusus untuk itu, karena kebetulan di sana tidak berangin dan biaya SDM di Indonesia jauh lebih murah daripada teknologi kipas angin.

BGM: suara angklung masih mengalun di latar belakang.

PEMUDA menoleh ke PEMAIN ANGKLUNG.

PEMUDA:
Udah. Udah cukup maennya. Nih.
(memberi uang)
Buat ongkos.

PEMAIN ANGKLUNG:
Kurang, Mas.

PEMUDA:
Alaaah, cuman bentar ajah.

PEMAIN ANGKLUNG:
Tarif angkot naik, Mas.

PEMUDA:
(menggaruk-garuk kepala)
Euh, hiks. Iya deh.
(menggunakan megaphone lagi untuk teriak ke bawah)
OIII! ADA YANG PUNYA RECEH NGGAAAAK!?

Para bayangan di bawah tampak gerak-gerak walau tidak jelas maksudnya apa.

PEMUDA:
Ah, pasti ada lah, Mas. Tunggu bentar yah? Paling lama juga satu episode cuman 23 menit lah.

PEMAIN ANGKLUNG:
Iya deh, mas.

Sang PEMUDA lari ke bawah, kecapekan, ngaso dulu, beli minum, lalu lanjut lari. Total sekitar lima belas menit, tambah iklan tiga menit, jadi tinggal beberapa menit lagi buat sisa episode minggu ini.

Saat sampai di bawah, tampak SPACED-OUT GYUVAN sudah kembali melamun. MONSTER dan CEWEK sudah kenalan dan ngobrol masalah zodiak serta kartu Tarot. Sementara JENDERAL dan PARA PRAJURIT sedang maen UNO.

Sang PEMUDA langsung mengambil pose berubah bentuk.

PEMUDA:
Ima da! Change Arga!

PEMUDA berubah bentuk menjadi ARGA 0815, dengan logo baju tempur yang menunjukkan jelas-jelas nomor sponsor.

GYUVAN:
(tepuk tangan kagum)
Wah, hebat!

ARGA 0815:
Kono youni aku no aru kagiri, seigi no ikari ga ore o yobu. Arga 0815! [Terjemahan bebas: Ini adalah kata-kata standar yang saya salin dari situs web Jepang mengenai tokusatsu!]
(berpose)
Koko ni sanjyou! [Terjemahan bebas: Ya, kalimat ini juga.]

JENDERAL MUSUH:
Eeeeii!
(menghancurkan menara UNO dengan kesal dan menunjuk pada ARGA 0815)
Yare! Yare!!

PRAJURIT MUSUH:
Ki! Kii! Ki! [terjemahan bebas: Kami harap mereka memberikan kami dialog yang lebih berkelas daripada sekadar "Ki! Ki! Ki!"]

NARATOR (O.S.):
(mendeham)
Proses perubahan Arga 0815 menggunakan sinyal satelit dan memakan waktu hanya 1/100 detik.

Diperlihatkan tayangan ulang adegan PEMUDA mengambil pose berubah dalam adegan lambat ala Gaban, terus mengambil ponsel dari tas pinggang, mencet nomor...

PONSEL:
Tuuuuurrrrrrt... Nomor yang anda tuju sedang sibuk.

Tekan '1' untuk mencoba lagi walaupun tidak akan berhasil. Tekan '2' untuk komplain ke Mentari yang juga tidak akan digubris. Tekan '3' untuk mendengarkan pilihan-pilihan lain sampai nomor '99' hanya untuk menghabiskan pulsa anda.

PEMUDA:
(menepuk kepala)
Doh!
(kembali menekan nomor)

PONSEL:
Tuuuurrrrrt...klik! Halo, Pizza Hot delivery, bisa saya bantu?

PEMUDA:
Aiyaaah!

Dengan panik, PEMUDA menekan tombol berkali-kali, menghasilkan nomor telepon gaul hotline, telepon rumah dan dimarahi Ibu karena lupa ngejemput adik, salah sambung dan sempat kenalan sama seorang cewek...

JENDERAL MUSUH & PASUKANNYA:
Zzzzzzz...

Di saat yang sama, MONSTER sedang curhat pada CEWEK kalau dia bosan diberi peran antagonis melulu hanya karena faktor tampang. CEWEK sendiri mendengarkan curhat MONSTER dengan serius, sambil sesekali memberi saran. SPACED-OUT GYUVAN sesekali menimpali pembicaraan, sebelum kembali melamun.

Akhirnya hubungan telepon PEMUDA menyambung juga.

PEMUDA:
Akhirnya! Bersiaplah! Ima da! Change Arga!

PEMUDA berjalan ke sisi kamera dan tos dengan pemeran ARGA 0815. ARGA 0815 menempati posisi PEMUDA tadi.

NARATOR:
Ya! Tepat dalam waktu sepersera... er, ah, lupakan.

GYUVAN:
(tepuk tangan kagum)
Wah, hebat!

JENDERAL MUSUH:
Zzzz--eh? Oh...
(menunjuk)
Ee! Omae ha dare da!

PRAJURIT MUSUH #1:
Pak, tokoh utamanya sebelah sana, Pak.
(sambil menunjuk ke arah sebaliknya)

JENDERAL MUSUH:
Oh, ya.
(berbalik)
Omae ha dare da!
(menunjuk)

NARATOR:
Dan sekianlah episode minggu ini.

ARGA 0815 DAN PARA MUSUH:
Eh?

NARATOR:
Semoga adik-adik di rumah menikmati tayangan ini dan jangan lupa untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

GYUVAN:
Ini bukannya buat ditayangin hari Sabtu?

Arga 0815:
Target penontonnya juga bukan cuman anak-anak, lagi.

NARATOR:
(mendeham) Jangan lupa untuk menonton episode berikutnya minggu depan, dalam waktu yang sama.

MONSTER:
Tapi aku menolak tampil untuk episode berikutnya kecuali kalau aku dikasih peran yang bisa menampilkan sisi intelektual dan romantis diriku pribadi.

PRAJURIT MUSUH:
Ya, kami adalah aktor-aktor watak! [terjemahan bebas: Ki! Ki! Ki!]

CEWEK:
Gua sih nggak apa-apa. Walau gua menentang diskriminasi pembagian peran untuk aktor dan aktris hanya karena berdasarkan stereotipe jenis kelamin, tapi kalau kerjaannya kaya gini sih masih asyik-asyik aja. Eh, ngomong-ngomong, gua cabs dulu ya? Daah!

SEMUANYA:
(balas melambai)
Daaah!

SPACED-OUT GYUVAN melamun lagi.

NARATOR mendeham lagi.


ARGA 0815:
(ke JENDERAL MUSUH)
Ngomong-ngomong, ada receh ribuan nggak? Tukang angklung pribadi gua nungguin di atas nih.

JENDERAL MUSUH:
(merogoh dompet)
Lima ribu cukup?

ARGA 0815:
Sepuluh ribu aja deh, sekalian buat minggu depan.

NARATOR:
(mendeham lebih keras)
Saya rasa ini saat yang tepat untuk penutup dan nama-nama.

ENDING CREDITS ROLL, sekitar 4 menit.

FADE TO BLACK.

SPACED-OUT GYUVAN (O.S.):
Lho, semuanya pada ke mana?

TAMAT.

10 comments:

Hendy said...

ki.. ki.. ki...

(artinya: hilarious post Mr. Isman)

isman said...

Thanks, Hendy. (Artinya: ki ki ki).

niwat0ri said...

Wkwkwkw kang Isman gila [terjemahan bebas: Ptok! Ptok! Ptok!]

Ins said...

haha... arga sama yuvan yah? =p
dulu bukannya klo ga sala ada kevin bacon segala tuh?

isman said...

Terima kasih, Dik.

Kevin Bacon udah cerita sepuluh tahun lalu, Ins. Sekarang sih Christopher Walken, kali. Tapi dia sih nggak masalah jadi antagonis.

arya said...

ki ki ki (terjemahan bebas: guwa ngakak ngga jelas begini)

isman said...

Tenang, Ya. Bang Oma masih belum membuat lagu yang memberitahu, "Jangan ngakak... asalkan ada tujuannya..."

Jadi ngakak nggak jelas masih sah.

irawan.sandra@yahoo.co.id said...

Apa memang belum tahu???

isman said...

Bisa jadi begitu!!! (Kita ngomongin apa sih?)

Anonymous said...

pak isman bisa bikin versi lima menitnya cinta fitri ga? kan lumayan tuh