Tuesday, April 11, 2006

Terbit April 2006 Ini!



Ini adalah kumpulan flash fiction saya dan mitra hidup saya, Primadonna Angela.

Atas terbitnya kumpulan karya yang merentang waktu hingga lima tahun ini, saya ingin berterima kasih kepada komunitas Writer's Tavern yang telah memberikan saya kebersamaan dan inspirasi.

Dikutip dari sampul belakang:

Flash fiction? Dunia mengenalnya dengan berbagai nama. Di Prancis, karya seperti ini disebut nouvelle. Di China, ada yang menyebutnya cerita semenit atau cerita-sepanjang-rokok. Dalam "Jangan Berkedip!", pasangan penulis Donna dan Isman mengeksplorasi kekuatan yang tersembunyi dalam keringkasan bentuk penceritaan ini.

Jangan berkedip, saat menyimak beragam kisah dari yang sepanjang seribuan kata hingga yang sependek satu kata.


"Tulisan pendek, penuh kejutan, dan tajam...
...Tulisan-cerita ini baik untuk kalangan muda yang sibuk dan sedikit waktu."
--Indra Abidin, CEO PT Fortune Indonesia, Tbk.

"Kalo disimpulkan dengan satu kata: great!"
--Djoko Rianto, GM Marketing Wijaya Karya (WiKa)

3 comments:

CacingKepanasan said...

Duh pengen beli uy, tapi yah.... Gitu deh :P.

budhi k wardhana said...

isman, apa kabar? gue baru aja baca femina bekas di bengkel honda deket rumah. Dan gue gak sengaja nemuin buku kamu "Jangan berkedip" di-iklanin di situ. Gue penasaran dan cari di Gramedia WTC Serpong. Tapi kayaknya yang ada justru buku-buku teenlit istri kamu.

Gue sendiri sudah gak pernah nulis lagi (kecuali buat bikin dokumen project IT, spesifikasi program, etc). Kayaknya suatu saat nanti gua harus sempetin buat bikin buku kayak kamu.

salam.

isman said...

Hehe, tukeran aja sama bukumu, cacingkepanasan.

Halo, Budhi! Kayaknya mesti nanya ke pegawai toko bukunya deh, Bud. Jangan Berkedip itu distribusinya rada menyebar. Di TB Gramedia Bandung, misalnya, banyak banget (ampe 150 kopi dijejerin). Tapi di TB Gunung Agung depannya malah nggak ada. Di Gramedia Sukajadi juga cuman 25 kopi. Dan karena ada program diskon 30%, terjual abis.

Nulis aja! Dan jangan pake istilah "satu saat nanti". Mulai saja sekarang. Walau hanya satu kalimat satu hari, yang penting mulainya sekarang. Kalau satu saat nanti, bisa nggak akan mulai-mulai.