Monday, April 14, 2008

Seputar Pilkada Jawa Barat

  • Masih terkait angka, salah satu juru kampanye (jurkam) Danny Setiawan - Iwan Sulandjana sempat keseleo lidah. Saat kampanye di Soreang (3 April 2008), ia berteriak lantang, "Ada Danny di dadaku, Iwan kebanggaanku. Nomor dua pilihanku!"

    Padahal seharusnya nomor satu. Kesalahan yang manusiawi, namun jadi menarik karena diucapkan jurkam yang bernama unik.

    Nama jurkamnya? Bool. (Slang untuk "lubang pantat".)

    Salah satu pengunjung berkomentar, "Ngaranna oge Bool, nya nu kaluarna ..." ("Namanya aja Bool, ya yang keluar...")


  • Setelah pasangan Hermawan - Dede Yusuf diproyeksikan menang, tiga orang bersepeda motor melempari kantor DPD PKS Bandung dengan molotov.

    Atas kejadian ini, Kapolres Bandung AKBP Ahmad Dofiri malah berkomentar,  "Itu bukan molotov, hanya bensin dalam botol lalu dilempar ke halaman kemudian dia melempar lagi karung terigu yang dibakar."

    Kalau gitu bisa jadi itu juga bukan usaha peledakan. Tapi kebetulan buang sampah botol berisi bensin. Terus karena khawatir kotor, jadi dibakar. Betapa senangnya saat polisi kita begitu perhatian pada semantik.

    Ketua Tim Operasi Pemenangan PKS Kabupaten Bandung Arifin Sobari juga turut berkomentar, "terlihat sekali pelaku adalah profesional..."

    Namun, dalam artikel lain, diberitakan bahwa salah satu pelakunya tertangkap karena "vespa yang dikendarainya mogok".

    Kalau ini profesional, aku malah kasihan memikirkan yang amatir.

    Sang pelaku yang tertangkap bernama Didin Tajudin Bin Marwan. Ia berada, dan saya kutip, "dalam kondisi syok".

    Secara profesional, tentunya.

5 comments:

snydez said...

negara dengan pejabatnya jago ngeles ;)

andry said...

cuplikan darisitus Detik Bandung:

Jika Aman menang, gugatan yang dilayangkan terkait dengan jumlah pelanggaran yang terjadi selama pilkada. Sementara jika Aman kalah, gugatannya akan bertambah dengan tuntutan mengenai penghitungan suara yang tidak sesuai dengan tabulasi tim Aman.

LOL...
makin hari makin aneh saja...

isman said...

Waktu ngambil mata kuliahnya dapat A semua, Son.

Weheh. Lama-lama, sekalian aja ada pasangan calon gubernur dan wakil yang singkatan namanya jadi Aneh. Dengan begitu, kalau kelakuannya aneh-aneh ya wajar.

Andos said...

Sampai sekarang aq masih ngga suka lihat politik Indonesia.

Kancah politik Indonesia dalam pandanganku:
Adalah suatu kandang besar yang di isi orang-orang kaya bodoh yang lupa diri dan suka menipu, dan di isi dengan sedikit orang yang pintar (ngga tau jujur atau ngga), yang saling menjatuhkan dengan cara apapun untuk mendapat kemenangan.
(Mereka tidak tahu bahwa orang yang diluar kandang tahu apa yang mereka lakukan) :)

isman said...

Memang, andos. Sekarang saja sedikit sekali tokoh politik yang menyadari bahwa internet menyorot semua tingkah mereka.

Bahkan hingga mencatat apa saja yang mereka katakan dulu. Seperti Bulyan, pada tahun 2005 berkata bahwa DPR yang jadi calo sebaiknya dipancung. Sekarang kena batunya dia.