Showing posts with label Kabar dunia (maya). Show all posts
Showing posts with label Kabar dunia (maya). Show all posts

Sunday, November 23, 2008

Masih Sekadar Pesta: Tak Apa-apa

Pesta Blogger 2008 berhasil dalam satu hal: tetap menjadi sekadar pesta. Dan itu bagus.

Mengapa? Karena pertama: jujur. Acara ini tidak harus memberat-beratkan diri dengan berbagai misi, muatan moral, dan hal lainnya. Tidak perlu.

Lah, Man, kan temanya aja Blogging for Society? Bukannya tendensius tuh? Nggak ada misi apaan?

Memang tergantung penafsiran Anda. Kalau Anda orang idealis ngotot, Anda bisa saja mendefinisikan bahwa apa pun yang menggunakan istilah "untuk masyarakat" harus sesuatu bombastis yang mengubah kondisi masyarakat secara besar-besaran menjadi lebih baik. Silakan. Pesan saya: mohon Anda konsisten juga dalam melaksanakannya.

Saya sih praktis. Meluaskan kesadaran untuk nge-blog saja sudah merupakan roda kecil penggerak manfaat untuk masyarakat. Orang-orang yang tadinya merasa menulis merupakan hal yang menakutkan, jadi mau menulis. Mereka yang tadinya menyimpan berbagai hal berguna tapi hanya tersimpan untuk diri: kini bisa berbagi. Mereka yang tadinya merasa tak bisa bersuara, jadi bisa menyampaikan pendapat. Dan sebaliknya: kita juga bisa memverifikasi suatu isu atau opini melalui komunitas blog yang kita percayai.

Yang terpenting: acara satu hari tidak akan bisa melakukan perubahan besar. (Kecuali merupakan kulminasi dari rangkaian kegiatan.) Yang jauh lebih berpengaruh adalah kiprah sehari-hari para komunitas blogging. Dan kita sendiri, sebagai blogger.

Jadi, biarkan Pesta Blogger tetap menjadi pesta. Perhelatan akbar berbagai komunitas blogging se-Indonesia. Wadah kopi darat dan bersenang-senang. Ajang para tokoh dunia nyata menyadari bahwa ketenaran dan kepakaran di dunia maya bisa jauh lebih berpengaruh. Tempat tumpang tindihnya promosi dan ingar-bingar yang mirip pasar malam.

Pesta saja bisa menunjukkan pada dunia: bahwa komunitas blogging Indonesia itu nyata. Dan jumlah tidak bisa berbohong.

Biarkan suara negatif melanda. Biarkan sejumlah pihak berusaha mempolitisir (keberhasilan) acara ini menjadi agenda-agenda mereka. Yang penting: tetap berpesta. Tetap sejati.

Karena kita, para blogger, memiliki kebebasan untuk itu. Yang tidak setuju pun memiliki kebebasan untuk tidak hadir. Atau membuat acara lain.

Namun, itu pendapat saya. Bisa saja berbeda. Suarakanlah pendapat Anda mengenai Pesta Blogger 2008 kemarin. Di blog Anda masing-masing.



Kalau perlu, berteriaklah! Asalkan jangan lupa: buat orang lain berminat (atau bersyukur telah) mendengarkan.

_______________

Cerita lain seputar Pesta Blogger bisa dilihat di situs resminya.

Friday, November 21, 2008

Tip Kesehatan Bulan Ini Berdasarkan DetikHot

  1. Hindari perceraian.

  2. Perbanyak ejakulasi.

Berhubung tip ini bisa disalahgunakan orang sebagai alasan untuk poligami, "Demi kesehatan!" Jangan salah: poligami juga memiliki efek samping. Sebagai contoh, bisa menyebabkan amnesia.

______________

Terima kasih pada David, yang sangat memerhatikan kesehatan.

Saturday, November 01, 2008

Payudara Demi Perdamaian Dunia

Blogosfer sedang ramai towel-menowel. Salah satu yang terkini adalah menulis tentang payudara demi perdamaian dunia. Saya sendiri baru sadar setelah ditowel Sonny. Menurut saya, siapa pun yang pertama kali punya gagasan menyandingkan kata "payudara" dan "perdamaian dunia" dalam kalimat yang sama patut mendapat penghargaaan Nobel.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaringan (Daring), pa·yu·da·ra: n, buah dada; susu; tetek.

Bahkan Pusat Bahasa pun merasa tak perlu menjelaskan payudara. Mereka hanya memberikan padanan istilah. Payudara termasuk kata yang pasti ada dalam bahasa mana pun. Dan tidak perlu penjelasan.

Saya sendiri tidak tahu istilah payudara berasal dari mana. Namun, jika kata ini berasal dari tataran Sunda, kita bisa merinci bahwa payudara = payu (laris) + dara (gadis). Benda yang membuat gadis menjadi laris. Saya rasa tidak ada penjelasan lain yang lebih tepat.

Mungkin karena itulah bintang film porno Lolo Ferrari (alm) sampai nekat mengoperasi dadanya 22 kali hingga sebesar 180 sentimeter! Berdasarkan artikel Wikipedia, kedua payudaranya itu berisi sekitar 3 liter plasma darah suntikan. Entah bagaimana cara dia berjalan agar tetap seimbang.

Namun, ternyata itu masih belum ada apa-apanya. Model dan penari bugil Chelsea Charms mengaku bahwa masing-masing payudaranya memiliki berat 11,8 kilo. Total keduanya 23,6 kilogram. Aza, anak saya yang berusia empat tahun bahkan lebih ringan daripada payudaranya. Padahal saya hanya bisa tahan memangku Aza selama tiga puluh menit. Sementara Charms harus melakukannya seumur hidup.

Mari kembali pada pembicaraan yang lebih serius. Menimbang betapa hebatnya kekuatan payudara untuk menarik perhatian, mengapa kita tidak memanfaatkannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan? Sebagai contoh, sebuah riset yang konon diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menyimpulkan bahwa menatap dada wanita selama sepuluh menit sehari dapat meningkatkan kesehatan seorang pria. Bahkan bisa menambah kemampuan hidupnya antara empat hingga lima tahun! Dr. Karyn Weatherby menulis bahwa menatap dada wanita dengan hasrat seksual akan memicu kerja jantung seorang pria dan meningkatkan sirkulasi darah. Ini setara dengan olahraga aerobik selama 30 menit, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung hingga 50%!

Jelas bahwa UU Pornografi kita perlu direvisi. Selain atas nama seni, budaya, dan prosesi ritual, sebaiknya menatap payudara juga dilegalkan demi alasan kesehatan.

Sekalian saja: bisa diresepkan oleh dokter.

"Bapak kurang olahraga. Sempatkan olahraga aerobik tiga puluh menit sehari," ujar seorang dokter.

"Wah, saya sudah uzur, Dok," ujar sang pasien sambil gemetar. "Nggak bisa lagi olahraga."

"Ya sudah," sang dokter menulis resep. "Ini saya resepkan foto payudaranya Miyabi." Ia menyerahkan kertas resep. "Silakan beli di apotek terdekat. Tatap selama 10 menit sehari."

"Sebelum atau sesudah makan, Dok?" tanya sang pasien.

"Terserah. Yang penting sampai nafsu, ya, Pak. Semoga lekas sembuh."

Tuesday, October 21, 2008

Pesan Moral Facebook Hari Ini


Memiliki terlalu banyak teman adalah suatu kesalahan.


Bertobatlah! Bertobatlah!

Tip jika Anda terlalu banyak teman:
- Telepon teman-teman terdekat Anda pada malam hari (jam 1 pagi itu cukup ideal) dengan nada mendesak dan bilang bahwa Anda harus membicarakan hal yang sangat penting. Lantas setelah ketemu, ajaklah dia untuk bergabung dalam MLM.
- Jadi calon presiden.

Wednesday, April 16, 2008

Solusi untuk DPR Ngantuk

Rob Taverner, seorang peternak sapi berkebangsaan Inggris menemukan cara baru untuk meningkatkan produksi susu.

Tai chi.



Seperti bisa dilihat pada foto dari artikel berita aslinya, Rob melakukan gerakan tai chi di depan 100 ekor sapinya, setiap pagi. Menurut pria berusia 44 tahun ini, ia melakukan ritual tersebut agar sapi-sapinya berada dalam suasana hati yang cocok untuk produktif.

Bagaimana kalau kita terapkan ini di sidang DPR/MPR? Daripada harus ada kasus ditegur Presiden lagi--yang memang menjadi terapi kejut tapi sayang hanya berefek sementara.

Bayangkan saja adegan sidang DPR yang sering ditayangkan televisi. Diskusi terus-menerus berkutat pada hal-hal yang bersifat kusir-kusiran. Beberapa orang memegang buku Teka Teki Silang. Di sana sini tampak wajah yang matanya terpejam lebih lama dari seharusnya. Dan sebagian besar sudah malas menyimak.

Saat inilah, Rob Taverner langsung maju ke depan podium dan melakukan tai chi. Kalau ini masih gagal membuat para wakil kita melek, kita masukkan juga 100 sapinya.

Monday, April 14, 2008

Seputar Pilkada Jawa Barat

  • Masih terkait angka, salah satu juru kampanye (jurkam) Danny Setiawan - Iwan Sulandjana sempat keseleo lidah. Saat kampanye di Soreang (3 April 2008), ia berteriak lantang, "Ada Danny di dadaku, Iwan kebanggaanku. Nomor dua pilihanku!"

    Padahal seharusnya nomor satu. Kesalahan yang manusiawi, namun jadi menarik karena diucapkan jurkam yang bernama unik.

    Nama jurkamnya? Bool. (Slang untuk "lubang pantat".)

    Salah satu pengunjung berkomentar, "Ngaranna oge Bool, nya nu kaluarna ..." ("Namanya aja Bool, ya yang keluar...")


  • Setelah pasangan Hermawan - Dede Yusuf diproyeksikan menang, tiga orang bersepeda motor melempari kantor DPD PKS Bandung dengan molotov.

    Atas kejadian ini, Kapolres Bandung AKBP Ahmad Dofiri malah berkomentar,  "Itu bukan molotov, hanya bensin dalam botol lalu dilempar ke halaman kemudian dia melempar lagi karung terigu yang dibakar."

    Kalau gitu bisa jadi itu juga bukan usaha peledakan. Tapi kebetulan buang sampah botol berisi bensin. Terus karena khawatir kotor, jadi dibakar. Betapa senangnya saat polisi kita begitu perhatian pada semantik.

    Ketua Tim Operasi Pemenangan PKS Kabupaten Bandung Arifin Sobari juga turut berkomentar, "terlihat sekali pelaku adalah profesional..."

    Namun, dalam artikel lain, diberitakan bahwa salah satu pelakunya tertangkap karena "vespa yang dikendarainya mogok".

    Kalau ini profesional, aku malah kasihan memikirkan yang amatir.

    Sang pelaku yang tertangkap bernama Didin Tajudin Bin Marwan. Ia berada, dan saya kutip, "dalam kondisi syok".

    Secara profesional, tentunya.

Memilih Angka, Bukan Visi

Menilik pilkada(l) Jawa Barat kemarin (13 April 2008), ada satu hal yang mengganjal. Mengapa kita masih menggunakan angka? Jumlah pilihan hanya tiga. Untuk apa dinomori satu, dua, tiga? Bukankah sudah ada nama dan foto wajah?

Apakah agar orang-orang yang tidak bisa membaca dan tidak tahu wajah kandidat bisa memilih? Kalau begitu, mengapa tidak menyediakan mesin slot alih-alih kertas coblosan. Itu akan lebih akurat. Dan menarik.

Jadi apa solusinya? Hilangkan angka yang tidak perlu? Sayangnya, mengandalkan foto wajah pun ternyata belum cukup. Walaupun sejumlah pemilih mengatakan bahwa pasangan Hermawan - Dede Yusuf menang karena menjanjikan harapan, ada juga yang mengatakan karena wajah Dede lebih dikenal. Plus ganteng.

Dan ini tidak terbatas Indonesia saja. Sebuah penelitian di Amerika Serikat pun menunjukkan bahwa saat diberikan sejumlah pilihan, para pemilih yang tidak terlalu mengetahui visi  atau program kandidat akan cenderung memilih orang yang jangkung dan tampan.

Anda memilih karena apa? Apa pun itu, kalau tidak ada yang sesuai, selalu ada pilihan di luar yang tersedia. Karena tidak ada gunanya memilih jika tidak mendukung. Terutama bagi mereka yang seminggu terakhir ini jadi sering meneriakkan satu bait Electable-nya Jimmy Eat World.


"Not in my name, you don't speak for me
I am my voice, and I want to scream
You want my air, you want my life
I act as one, but I'm not alone...

Thursday, November 29, 2007

Hanya di Indonesia...

...seorang neurolog merasa harus menjelaskan bahwa ketika suatu gejala penyakit muncul pada anak, "Ditempeleng tidak menyelesaikan masalah."

Saya belum pernah mendengar tentang seorang ayah yang berkonsultasi pada dokter, "Anak saya demam, Dok. Sudah dikompres semalaman belum turun juga."

Sang dokter menulis suatu catatan sambil mengangguk-angguk, "Matanya berkedip-kedip nggak?"

Sang ayah mengingat-ingat, "Hanya setiap tiga detik sekali."

"Sudah coba ditempeleng?" aju sang dokter.

Sang ayah pun menepuk tangannya, "Oh, iya! Bener juga. Makasih, Dok. Saya pulang dulu buat coba. Anda memang penyelamat jiwa!" Ia menyalami sang dokter.

Sang dokter balas menyalami dengan sopan, sebelum berkata, "Biayanya seratus ribu." Ia buru-buru menambahkan. "Dan menempeleng (saya) juga nggak akan menyelesaikan masalah."

Kabar baik bagi pria dewasa: menurut sang neurolog anak RSCM yang dikutip detik.com, dr. Hardiono D. Pusponegoro SpA(K), penyakit Tic ini hanya menyerang anak-anak.

Kabar buruknya: kita tidak bisa menggunakan penyakit ini sebagai alasan untuk mengedipi wanita lewat. Padahal, menurut Hardiono, "Penyakit ini muncul jika terpaku pada suatu hal dan bengong."

Pas sekali.

Jika kita terpergok seorang wanita sedang menatapnya sambil bengong, kita tinggal menyapa "Hai!" sambil berkedip-kedip. "Anda membuat saya terkena penyakit Tic. Dan nggak boleh ditempeleng!"

Sang wanita akan mendekat, tersenyum, dan berkata, "Saya juga baca artikel di detik.com," sebelum menempeleng kita.

Monday, November 12, 2007

Apa Pun...

Dari Iwok, saya mendapat kabar tentang kompetisi blogging Telkom. Namun, ada satu kalimat yang tampak aneh. Untuk memastikannya, saya mengunjungi blog Telkom.TV. Di situ, tercantum ketentuan kompetisi ini. Dan ternyata kalimat itu memang ada.


Tertulis: "Peserta boleh dari latar belakang suku, agama, usia, profesi, apa pun."


Perhatikan tanda koma setelah "profesi". Ini berarti peserta boleh dari latar belakang apa pun. Walaupun saya makhluk luar angkasa dari Planet Jupiter yang suka datang ke bumi untuk memangsa otak manusia[1], saya boleh ikutan kompetisi ini.

Lho? Tapi ternyata peserta harus "bermukim (memiliki KTP/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar) di daerah operasi Telkom Divisi Regional III: Pandeglang, Rangkasbitung, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Subang, Indramayu, Majelengka, Kuningan, atau Cirebon."

Oke. Jadi yang penting punya KTP di daerah situ. Mangsa otak atau nggak sih bebas. Kalau gitu, mari kita coba daftar... Lah! Ternyata ada batasan juga.


Tahun kelahiran paling rendah hanya 1980.


Sekarang saya mengerti kenapa pake koma. Karena maksud mereka bukan "dari latar belakang usia apa pun." Tapi "dari latar belakang usia, latar belakang agama,... latar belakang apa pun."

Ngomong ngomong, "Apa pun" boleh juga tuh jadi tagline Telkom yang baru. Berdasarkan teori komunikasi pemasaran, tagline sebaiknya menyiratkan jiwa perusahaan atau produk. "Committed 2 U" jelas bukan. Google saja dengan kata kunci "telkom committed 2 u". Hasilnya kira-kira seperti ini.

Apa pun akan lebih cocok.
Telkom--Apa pun!

Tagline ini dengan hebat akan mencakup semua lahan bisnis.
Kritikus: "Flexy combo ini bukannya cuman cari-cari celah buat masuk lahan wireless CDMA?"

Telkom: "Apa pun!"

Atau menjadi standar jawaban semua layanan pelanggan.
Pelanggan: "Halo, kok Speedy saya mati terus, ya?"

Telkom: "Apa pun!"

Termasuk dalam komunikasi kerja.
Pegawai: "Pak, untuk situs web, apa nggak sebaiknya kita menyewa copywriter profesional agar tulisannya minimal konsisten dan tidak memberi kesan yang buruk?

Atasan
: "Apa pun!"

______________________

[1]: Nggak pernah dengar tentang makhluk seperti ini? Santai saja. Dia nggak akan mampir di tempat yang intelejensinya rendah. Jadi kita aman. Gitu gitu, dia juga punya selera.

Friday, November 02, 2007

Slogan Gelagapan

Saya telat mengikuti berita. Dari blog Bizri, saya baru tahu, Agustus 2007 lalu, NASA sempat mengganti slogan mereka. Slogan yang baru adalah: “NASA explores for answers that power our future.”

Milyaran dolar untuk teknologi. Lima dolar untuk kampanye komunikasi pemasaran.

Wajar saja jika Loretta Hidalgo menantang para pembaca blog Wired: masa sih kita nggak bisa membuat slogan yang lebih bagus? Dalam artikel itu, kita bisa menyumbangkan ide atau menilai slogan yang ada (pilihanannya hanya dua: jempol ke atas atau ke bawah).

Ratusan orang menanggapi tantangan ini. Sebagian serius. Sebagian menumpang untuk mengkritik NASA. Sisanya ngasal. Dan justru dua terakhir yang menghibur.

Ada yang terkesan membela:

  • NASA: Because one does not simply walk into space.
  • NASA: Because the United Federation of Planets has to start *somewhere*
  • NASA: In 100 years, you'll wish you'd given us more funding.

Ada yang malah menertawakan:
  • Our space-toilet cost a million but crapping in it is priceless.
  • NASA: Because strapping men to tons of high explosive sends the right message.
  • NASA: Helping nerds have sex since 1958

Termasuk menertawakan hal lain:
  • NASA: Our Janitor Is Smarter Than The President
  • NASA: More leg room than any airline!
  • Because in space no one can hear Britney sing

Menertawakan diri:
  • NASA: Because Intelligent life is so hard to find these days.
  • The answer is up there in the galaxies. the question is where did I leave my beer?
  • NASA: Actually this *is* rocket science.
  • NASA: When I was your age, Pluto was a planet

Atau mengacu humor lain:
  • NASA: Tonight, We Dine, IN SPACE
  • NASA: Because millions of trekkies can't be wrong.
  • All your space are belong to U.S.
  • NASA: Billions Of Dollars Spent and Still No Death Star
  • NASA: Are we there yet?

Ada yang mau menambahkan? Atau lebih baik kita beralih pada slogan instansi pemerintah kita? Apalagi yang tidak sesuai kenyataan.

Sunday, July 15, 2007

Iklan Ganja Terang-terangan?

Akhir Mei lalu, topik yang hangat adalah pengkajian BNN tentang kemungkinan melegalkan ganja. Karena itu, saya kaget saat dari jauh melihat headline sebuah standing banner.


"Hanya MADAT yang dapat menyajikan kesegaran terbaik dari alam," bacaku sampai dua kali. Buset jaya. Banner ini terletak di lantai dasar Parisj van Java, Bandung. Apa benar ganja sudah legal, sehingga iklan seperti ini bisa terang-terangan muncul?

Dan bunyi iklannya itu, lho. Memang sih, ganja dari alam. Segar? Entah juga. Perasaan saya sering mendengar cerita tentang pemadat. Tapi tidak pernah ada yang berkata seperti, "Eh, setelah sering bermadat, Erik jadi tampak lebih segar, lho."

Bayangkan Arie Wibowo tampil di sebuah iklan yang menunjukkan ia berolahraga, berakting, dan keluar-masuk mobil dengan fit. "Kok kamu bisa segar terus?" tanya seorang wanita (yang harus cantik).

"Karena saya seorang pemadat!" ujarnya pada kamera. Entah kenapa, gambaran iklan ini pun tidak terasa cocok.

Yang lebih menarik lagi, kok gerainya tidak laku? Apa karena sudah legal, jadi orang-orang tidak berminat? Gejala apa pula ini? Saya pun segera mendekat.

Lah, pantas saja. Setelah dekat, baru terlihat iklan lengkapnya seperti apa.



Ternyata titik di ujung itu seharusnya huruf "o", yang rupanya merek suatu juicer atau sejenisnya. Pantas ada nama buah dan tanaman. Tadinya saya sempat berpikir itu paket madat kombo atau madat sehat. Ngisap ganja sambil minum jus. Plus vitamin C dan E. Baik untuk kesegaran kulit.

______________

Baca juga:
- Kajian dari hukumonline.com

Monday, March 19, 2007

Misteri Gedung Kantor Baru #1

Gedung baru kantor kami menggunakan toilet uniseks. Seperti pada Ally McBeal, tapi lebih kecil (hanya memiliki tiga bilik) dan para pengunjungnya tidak terlihat seperti orang-orang anoreksik.

Toilet uniseks ini juga terletak dekat dengan wireless access point. Sehingga sambungan internet dalam toilet cukup bagus. Bisa jadi nanti kami harus menyiapkan papan baru untuk digantung di depan bilik yang sedang dipakai, "Uploading in process... please wait."

Dan toilet uniseks ini memiliki satu misteri.

Di bilik paling kiri, tepat di sebelah toiletnya[1], tertempel sebuah prakarya berbentuk gajah (atau ayam yang baru disiksa) bertuliskan sebuah nama: Adel. Ini memang peninggalan taman kanak-kanak yang menempati gedung ini sebelumnya. Karena beberapa hal yang menarik kami biarkan apa adanya.

Namun, kami tak habis pikir, kira-kira apa yang melatarbelakangi ini, ya?

Apakah:
a) Tiap murid diwajibkan menempelkan catatan pribadi berapa kali ia ke WC?

Mungkin taman kanak-kanak itu memiliki aturan: setiap memecahkan rekor berapa kali masuk ke toilet dalam sehari, tempelkanlah gambar binatang yang ukurannya mewakili jumlah.

Misalnya:
Cacing --> 5 kali.
Ular --> 10 kali
Gajah --> Ke dokter, yuk?

Dengan begini, tugas guru jadi lebih mudah untuk memantau kesehatan pencernaan anak-anak.

Atau

b) "Adel" adalah nama anak pindahan baru yang nasibnya kurang beruntung.

"Selamat bergabung, Adel," sambut sang guru berbarengan seisi kelas. "Mulai sekarang, kita satu keluarga. Sayangnya, kursi dalam kelas sudah terisi semua." Sang guru tersenyum, "Tapi jangan khawatir. Kami sudah menyiapkan satu kursi spesial bagi kamu. Bahkan ada nama kamu khusus tertempel di temboknya."

Apa pun jawabannya, ini adalah misteri gedung kantor baru kami yang pertama.[2]

______________

[1]: Tahukah Anda bahwa salah satu definisi "toilet" oleh kamus Microsoft Encarta adalah "ruangan dengan toilet"? Ini tampak sama seperti mendefinisikan "kamar" sebagai "ruangan dengan kamar". Namun, keanehan ini sebenarnya terjadi karena istilah "toilet" mengacu kepada dua hal: benda yang menjadi sasaran buang air kita, dan ruangan itu sendiri yang kita gunakan untuk menyatu dengan alam. (Sementara kalau bisa memilih, alam sendiri akan menolak.)

[2]: Lantas bagaimana kalau tiba-tiba nanti di tembok bilik toilet paling kanan tertempel gambar beruang (atau monyet yang baru disiksa) bertuliskan "Isman"? Apakah ini merupakan suatu pertanda? (Pertanda bahwa saya harus menyiapkan kartu nama baru dengan jabatan, "Penghuni Toilet Profesional"?)

Berkantor di "Pantai" yang Tinggal Angan-angan

Bulan Maret ini, perusahaan saya pindah kantor. Kini kami menempati gedung bekas taman kanak-kanak.

Saat menemukan lokasi ini, hampir semuanya bersemangat. Karena bersih, luas, dan halaman dalamnya memiliki area lebar yang dipenuhi pasir pantai. Lengkap dengan serodotan. Dua kata pertama yang muncul di benak kami kala foto-foto gedung ini disebar adalah: "Voli pantai!"

Seisi ruangan saya juga langsung membayangkan skenario pulang kantor; kami muncul sambil bersendal jepit, bercelana hawaii, dan berkacamata hitam. Orangtua, teman kos, atau pasangan kami akan mengangkat alis, "Tadi di kantor ngapain aja?"

"Akses internet sambil serodotan," ujar kami sambil mengacungkan jempol.

Saya bahkan sempat mengusulkan agar kami membuat kartu nama dengan jabatan khusus, misalnya, "Pemrogram Sambil Meluncur Profesional".

Hanya ada satu orang yang kurang bersemangat. Dan setelah ditanyai mengapa, ternyata karena ia tahu satu hal: serodotannya bakal dijual oleh pemilik gedung. "Bagaimana dengan pasirnya?" tanya kami panik.

"Dijual juga," ujarnya lirih.

Bayangan petualangan pantai kami ternyata hanya berusia pendek.

Thursday, January 18, 2007

Hati-hati: Terapi Minum 1,5 Liter Air Sekaligus

Anda mungkin pernah mendapat kiriman mail dari teman, kenalan, atau rekan kantor tentang terapi minum air. Satu setengah liter sekaligus! Atau kira-kira enam gelas. Mail tersebut akan menyarankan Anda untuk melakukannya dua kali: di pagi hari dan di malam hari.

Bahkan Kompas pun memuat artikel tentang terapi air ini;

Pagi hari ketika baru bangun tidur (bahkan tanpa gosok gigi terlebih dahulu) minumlah 1,5 liter air, yaitu lima sampai enam gelas. Lebih baik airnya ditakar dahulu sebanyak 1,5 liter. Ketahuilah bahwa nenek moyang orang India menamakan terapi ini sebagai usha paana chikitsa.
Namun ada satu hal yang luput diingatkan Kompas atau mail-mail tersebut: terlalu banyak minum air dapat membunuh kita, jika sampai terjadi keracunan air (water intoxication).

Pada bulan Maret 2005, empat orang mahasiswa tanpa sengaja membunuh seorang mahasiswa lainnya karena memaksanya minum air terlalu banyak. Mereka melakukannya untuk memelonco sang korban, tanpa sadar bahwa itu akan mengakibatkan kematian.

Pada tanggal 12 Januari 2007, seorang wanita meninggal dalam kontes minum air sebanyak-banyaknya demi memperebutkan konsol Wii.

Apakah yang sebenarnya terjadi? Asupan air mendadak yang terlalu banyak akan mengurangi kandungan sodium. Dan ini bisa mengakibatkan beberapa organ, terutama otak, membengkak. Yang ditekankan dalam berbagai artikel keracunan air: penyebabnya bukanlah semata-mata total air yang diminum, tapi seberapa cepat kita meminumnya. Dengan kata lain, minum air 1,5 liter sekaligus itu sangat berpeluang untuk menyebabkan keracunan air.

Artikel Kompas menulis:
Pada awal, mungkin terasa sulit minum 1,5 liter air sekaligus. Namun, lambat laun akan terbiasa.
Jika lambung Anda sudah terasa penuh, berhenti saja. Saya sendiri pernah melakukan terapi air ini. Saat pertama kali melakukannya, kepala saya pusing. Dan tubuh jadi enggan untuk digerakkan. Untungnya, saya tidak apa-apa. Dan selanjutnya memang jadi lebih terbiasa.

Karena menurut artikel ini, kepala pusing dan kemalasan mendadak adalah salah dua gejala menuju keracunan air. Kita perlu waspada, terutama saat berwisata ke daerah yang panas. Karena bisa jadi, kita minum terlalu banyak tanpa sadar.

Ini juga yang umum terjadi pada para pelari maraton. Karena terlalu banyak berkeringat, mereka bisa terkena keracunan air jika hanya minum air. Kandungan sodium di tubuh jadi larut dan berkurang drastis. Hal ini bisa dihindari dengan menenggak minuman isotonik atau sejenisnya yang mengandung elektrolit (terutama sodium).

Air memang menyehatkan. Namun, apa pun yang berlebihan akan berakibat buruk. Apalagi kalau kita salah memilih air minum. (Tapi ini pembicaraan berbeda untuk lain kali.)

Pemasaran Viral: Main Game Wii Sekaligus Menguruskan Badan

Seorang entrepreneur menuliskan rencana eksperimen kebugarannya di blog: selama enam minggu, ia akan beraktivitas dan makan seperti biasa, kecuali satu perbedaan: ia akan main game olahraga dengan konsol Wii selama 30 menit per hari. Tentu saja, game yang ia mainkan meliputi tinju, tenis, dan boling. Kalau mainnya poker, gaple atau scrabble sambil mengunyah keripik kentang sih itu bukan eksperimen. Itu namanya kebiasaan sehari-hari.

Hasilnya?

  1. Persentase lemak tubuh: berkurang 1,8%
  2. Indeks Massa Tubuh: berkurang 0,8
  3. Berat Badan: berkurang 3,5 kilogram
  4. Detak jantung: dulu 82 per menit, kini 68 per menit
Menurut The American Council on Exercise, sang blogger dulu masuk dalam kategori "cukup". Namun kini, ia masuk dalam kategori "bugar".

Dengan menumpangi isu ini, sang blogger berhasil menarik perhatian banyak orang di internet. Entah apakah kampanye ini pun sebenarnya diam-diam didukung oleh Nintendo atau tidak. Tapi yang jelas, dengan banyaknya traffic dan minat terhadap kampanye ini, kedua pihak (sang entrepreneur dan Nintendo) sama-sama untung.

Sang blogger berhasil mempromosikan situsnya, wiinintendo.net sebagai sumber acuan utama berkaitan konsol tersebut. Sementara Nintendo mendapatkan promosi gratis yang menggoda.

Bagaimana nggak menggoda? Bermain game tiap hari dan menjadi bugar? Godaan besar tuh, bagi isman, eh, iman.