Showing posts with label lima menit. Show all posts
Showing posts with label lima menit. Show all posts

Sunday, July 07, 2013

Bima Satria Garuda (Dalam Lima Menit)



PERINGATAN PENTING!
(Tulisan di bawah ini akan memuat plot dan alur cerita utama, sehingga bisa merusak pengalaman kamu menonton seri Satria Garuda ini untuk selama-lamanya...
.
.
.
...Kecuali kalau kamu nontonnya cuma demi Stella. *senggol-senggol* *kedip-kedip*
)






PESAN MORAL PEMBUKA

Tampak BIMA, sang Satria Garuda, berbicara pada kamera.
BIMA:
Adik-adik, jangan nonton TV terlalu dekat, ya?

PENONTON:
Lho, Ma, ini untuk anak-anak juga?
BIMA:
Iya dong. Kenapa emangnya?

PENONTON:
Pengin tahu aja, sasarannya anak-anak kayak apa, ya? Soalnya data profil karakter utamanya pake pose model telanjang dada kayak di bawah ini.
 
BIMA:
Euhm, euh, tentunya anak-anak yang berpikiran terbuka.

PENONTON:
Oh, ya. Terbuka banget. Itu sebenarnya lu pake celana gak sih?

BIMA:
KITA SAKSIKAN TAYANGAN UTAMANYA!

GRAFIS: ANIMASI PLANET VUDO

Terlihat animasi yang menunjukkan kondisi entah suatu planet yang terancam akibat industrialisasi ekstrem, atau Bekasi. Terdengar suara voice over.
RASPUTIN:
Saya mau ngomong bahwa planet kami, Vudo, sekarat karena industrialisasi. Jadinya kami mau jajah Bumi. Tapi itu bakalan cuman 5 detik. Jadi saya ngalor ngidul dulu sampai 30 detik.

PENONTON:
Wah, isu lingkungan! Keren! Bakalan jadi esensi cerita gak nih?

RASPUTIN:
Nggak sih. Sponsornya aja perusahaan motor.
PENONTON:
Iya juga. Tapi minimal elemen sains fiksinya ada, ya? Pake dunia paralel segala, kan?

RASPUTIN:
Tadi lihat animasinya gak? Kami ke Bumi melintasi ruang angkasa, tempat yang jelas-jelas tidak ada angin, menggunakan pesawat antariksa berbentuk kapal laut... yang menggunakan layar.

PENONTON:
...Ya udahlah, toh yang penting kalian gak akan pake stereotipe nyebelin kayak tokoh jahat ketawa berlebihan di awal cerita.

RASPUTIN:
Dan semua makhluk akan tunduk di hadapanku--Rasputin! Raja Vudo! HOHAHAHAAHAHAHAAH! HOOOHAHAHAHAHAHAH! HOOOOOOOOOOHAHAHAHAHAHAHAH!
PENONTON:
Kayaknya mending kami diem dan nonton aja.

DEPAN RUMAH

IRON MASK muncul di depan gerbang dan melihat ke kamera.
PRAJURIT #1:
Pagernya gak dikunci kok, Bos. 
IRON MASK memotong hancur gerbang. 
IRON MASK:
Hancurkan semua!

PRAJURIT #1:
Ya terserah sih. Cuman komentar aja. Siapa tahu sebenarnya planet kita itu kehabisan sumber daya karena emang pengelolaannya aja gak efektif. Pager tinggal didorong doang pake dihancurin.

PRAJURIT #2:
Iya, padahal besi sekarang lagi mahal, ya?

Saat PARA PRAJURIT VUDO berlarian masuk, tampak PROFESOR yang panik mencari-cari sesuatu; membuka laci, melihat-lihat rak buku, merogoh-rogoh celana dalam.

PARA PRAJURIT VUDO berkumpul. Lalu berpencar lagi ke segala arah, termasuk ke arah mereka datang.  PROFESOR masih panik mencari-cari sesuatu.
PRAJURIT #1:
Ya elah, tahu gitu ngapain ngumpul dulu sih? Kita kan tadi dari situ!
IRON MASK makin mendekat. Profesor mencari-cari.

IRON MASK melangkah dengan suara besi yang keras. Profesor akhirnya menemukan yang ia cari: mini DV untuk kamera video digital.
PROFESOR:
Karena aturan untuk bertahan hidup nomor satu di dunia adalah: saat nyawa kita terancam dan perlu segera kabur, kita harus nonton DAN bikin video dulu. 
Video menunjukkan bahwa akibat MESIN PORTAL ciptaan PROFESOR lah, orang-orang VUDO jadi tahu keberadaan BUMI.

ISTRI dan ANAK-ANAK PROFESOR turun dari tangga.
ISTRI:
Papa? Kenapa pake baju lab di dalam rumah sih?
PROFESOR:
Supaya penonton tahu saya profesor, Ma. Atau minimal aktor iklan pasta gigi.
RAY KECIL, salah seorang ANAK PROFESOR protes.
RAY KECIL:
Maenan robot dari Nenek mana? Aku harus ambil!
RAY KECIL lari menaiki tangga ke tingkat dua.
ISTRI:
Jangan, anakku! Anak kecil yang kelakuannya nyebelin itu biasanya bikin orang lain tewas!
PROFESOR:
Gak apa-apa. Kita masih ada waktu. Iron Mask janjian ngebunuhnya masih 7 menit lagi kok. 
Pintu terdobrak terbuka. 
IRON MASK:
Tapi itu termasuk iklan! Hahahaha! Kau tertipu!
PROFESOR dan ISTRI menatap kaget! Karena mereka baru sadar bahwa dari pintu masuk itu langsung lab.
ISTRI:
Lain kali taruh lab penting jangan di depan pintu masuk ya, Pah?
Mendadak terdengar ledakan dan api keluar dari semua jendela rumah! Bahkan dari lantai dua! Tapi tentunya, RAY KECIL yang ada di lantai dua tidak kena api sama sekali karena anak kecil tidak boleh kelihatan terluka di TV.
RAY KECIL:
Mamaaah! Papaaaah!
RAY diselamatkan ASISTEN AYAHNYA.

21 TAHUN KEMUDIAN...

Kita melihat kepadatan kota dan lalu lintas JAKARTA.
PRAJURIT #1:
Ini apa bedanya ama Vudo, ya? Kalau kita mau cari sumber daya, kenapa gak ke luar Pulau Jawa, Bos? Papua kayaknya bagus. Kita bisa eksploitasi gila-gilaan di situ. 

IRON MASK:
Kita Vudo. Bukan Freeport.

PRAJURIT #2:
Terus, selama 21 tahun kita ngapain aja?  

IRON MASK:
Kita perlu waktu untuk bergerak dari Vudo ke sini.

PRAJURIT #1:
Kenapa kita gak pake dan kembangin portal antar dimensi si Profesor aja? Bakal lebih cepet tuh. Oh, iyaaa... soalnya kita hancurin, ya?

IRON MASK:
 ...KITA SAKSIKAN TAYANGAN UTAMANYA!

DI SEBUAH BENGKEL SPONSOR

KAKAK RAY datang dan menyapa RAY yang sedang jongkok di sebelah motor.

KAKAK RAY:
Rajin amat pagi-pagi dah kerja.

RAY hanya tersenyum karena dia sebenarnya hanya membentur-benturkan kunci Inggris ke mesin motor dari tadi. KAKAK RAY menyalakan mesin sebuah motor dan tampak kaget.
KAKAK RAY:
Loh, kok ini bisa nyala?

RAY:
Pertanyaan menarik, mengingat kita adalah montir di sebuah bengkel. Ini kayak orang yang kerja di studio komik dan nanya, "Loh, ini kok bisa ada gambarnya?"

KAKAK RAY:
Hah?

RAY:
Oh, sori. Aku lupa ini waktunya untuk ngomong teknis pesanan sponsor sekalian menunjukkan pada penonton bahwa aku pantas jadi montir.

KAKAK RAY:
Hebat! Kamu pantas jadi montir!

RAY hanya tersenyum, lalu kembali jongkok dan membentur-benturkan kunci Inggris ke mesin motor. KAKAK RAY pergi karena kehabisan DIALOG untuk diucapkan.

STELLA-yang-sebenarnya-berperan-sebagai-RENA-tapi-orang-orang-bakal-lebih-mengingat-dia-sebagai-STELLA datang.

STELLA:
Kakak! Aku datang sebagai pengantar ke adegan berikut. Pergi, yuk!
RAY:
Hayuk! Eh, sampai sini ada yang kesulitan bedain nggak antara Ray, Ran(dy), dan Ren(a)? Panggilannya terlalu mirip. 
STELLA:
Makanya, panggil Kak dan Dek aja!
RAY:
Krisis terpecahkan!

MONAS, JAKARTA

RAY dan STELLA tiba di kawasan Monas, yang entah bagaimana, mendadak jadi tempat yang terlihat ramai dan menyenangkan.
STELLA:
Namanya juga fiksi.

Seorang badut melakukan akrobat lempar.
STELLA:
Supaya lebih jelas bahwa ini bukan dunia nyata, aku akan berhenti di depan badut ini, menunjuk mukanya, dan bilang, "Kak, lihat deh! Lucu banget!"
Seberkas cahaya tampak lewat di langit lalu menabrak atap gedung yang tampak jauh.
RAY:
Tunggu di sini, ya? Kakak punya prinsip; kalau lihat sinar dari langit yang nimpa atap gedung, pasti ada orang butuh pertolongan. Dan gak baik ngomong ke siapa-siapa. Jadi, tunggu aja!

STELLA:
Oh, oke.

ATAP GEDUNG, JAKARTA

MIKHAIL, seorang pria bertudung hitam, sedang berkelahi melawan PRAJURIT VUDO.
MIKHAIL:
Kostum kalian terlalu mencolok deh. Ganggu banget. Prajurit mestinya simpel aja, kan?

PRAJURIT #1:
Kami tadinya mau menyerang Bumi secara baik-baik. Tapi lu malah ngejek selera fesyen kami.

PRAJURIT #2:
Sakit, Bro!

PRAJURIT #1:
Oh, iya. Kita gak boleh ngomong, jadi mari kita komunikasikan dialog ini melalui koreografi tawuran.

PARA PRAJURIT VUDO menangkap MIKHAIL, dan akan mengeksekusinya.

Tanpa memedulikan hukum perspektif, bahwa gedung pencakar langit yang keliatan kecil itu berarti jaraknya lebih dari 1 kilometer, berarti sulit ditempuh dengan jalan kaki di Jakarta yang panas, RAY tiba-tiba datang dalam waktu singkat dan tanpa keringatan.

Ia langsung membantu MIKHAIL, karena...
RAY:
Pria bertudung itu pasti orang baik. Lihat aja game Assassin's Creed!

PRAJURIT #1:
Kalau berani, satu lawan banyak dong! Jangan duaan gitu! 

PRAJURIT #1 berhasil melemparkan MIKHAIL ke sisi gedung. RAY lompat dan menangkap tangan MIKHAIL agar tidak jatuh.

PARA PRAJURIT VUDO memukuli RAY yang tak berdaya dengan properti. 
PRAJURIT #1:
Tapi tentunya, kami memukuli kamu di pinggir-pinggir gedung juga. Biar kalau kamu mau nepis, kami jatuh semua.

PRAJURIT #2:
Kombo paket hemat, Bro!
Dan PARA PRAJURIT VUDO pun jatuh. MIKHAIL memandang RAY dan memberikan batu merah yang sama sekali nggak terlihat seperti buatan dari akrilik. Sama sekali nggak.

Ya, dikit doang, lah.
MIKHAIL:
Kamu adalah orang yang terpilih, untuk sebuah tugas yang besar.

RAY:
Wow! Terpilih! Emang kandidatnya siapa aja?

MIKHAIL:
Eum...
MIKHAIL tengok kanan dan kiri. Cuma ada atap gedung yang kosong.
MIKHAIL: 
Ya cuman kamu sih.

RAY:
Oke... Jadi "terpilih" itu maksudnya bukan "yang dipilih", melainkan "tak sengaja dipilih", ya? 

MIKHAIL menempelkan telunjuk di bibir RAY.
MIKHAIL:
Sssh. Jagoan itu harus disukai. Gak boleh jadi Grammar Nazi. Sini, aku ajarin cara jadi Bima.
Mereka berdua pindah ke ALAM LAIN.


ALAM LAIN

Setelah melalui Kursus Singkat 12 Langkah Menjadi Bima dan mendapatkan sertifikat, RAY menyadari sesuatu.
RAY:
Adikku kutinggal di Monas! Gimana caranya keluar dari sini?

MIKHAIL:
Pejamkan matamu dan bayangkan tempatmu tadi. Lalu ketuk sepatu tiga kali sambil bilang, "There's no place like home."

RAY:
Kayaknya sekarang udah gak ada lagi yang ngerti referensi ke cerita itu deh.

MIKHAIL:
Ya udah, ke pintu situ aja yang ada tanda EXIT-nya.


MONAS, JAKARTA

Sementara itu, PARA PRAJURIT VUDO menyerang orang-orang di Monas. Tampak semua orang panik, sampai ada badut yang naik sepeda roda satu pun jalannya jadi tidak lurus.

PRAJURIT VUDO membunuh semua cowok dan cewek lain, tapi menangkap STELLA. Bisa jadi karena mereka diam-diam sebenarnya WOTA yang mau ngajak salaman.

KAKAK RAY pun mereka tangkap, tapi itu sih karena potensi plot.
PRAJURIT #3:
Kalian gak bisa tebak kan, plot adik-kakak yang sebenarnya tidak berhubungan darah tapi akan saling bertarung?

PENONTON:
Terserah, lah.


RAY pun muncul, berubah jadi BIMA, dan menyelamatkan STELLA yang sudah dibawa ke dalam bagian taman Monas.

Giliran IRON MASK datang. Tiap kali melangkah, sendi-sendi besinya berbunyi. Plus, tampak ada uap es keluar dari kakinya.
IRON MASK:
Inilah bukti kejeniusan Vudo. Pake baju besi di Jakarta jadi masuk akal kalau pake AC internal.

BIMA pun bertarung dengan IRON MASK, sambil berteriak ke STELLA.

BIMA:
Cepat lari!

Sebagaimana tokoh pendukung cewek, STELLA malah menunggu. Dan saat BIMA jatuh, ia kembali untuk bertanya.

STELLA:
Kamu gak apa-apa?

IRON MASK:
Kembalikan batu merah itu, sekarang!

IRON MASK lalu berpose JURUS EFEK KOMPUTER, hingga cakar besinya menyala.

IRON MASK:
Terimalah! JURUS CLIFFHANGER!

BIMA dan STELLA tampak kaget.

BERSAMBUNG. 


__________


Catatan akhir: sebagai tokusatsu, Bima Satria Garuda sangat berpotensi. Jadi, terlepas dari bercandaan di atas, sebenarnya saya mendukung acara ini supaya tetap bertahan.


Parodi (usaha) Live Action series lain (dalam lima menit):
  1. Sinetron Supergirl Manohara (Dalam Lima Menit) 

  2. Parodi Tokusatsu (Dalam Lima Menit)

  3. Super Rangers (Dalam Lima Menit)

Friday, July 22, 2011

FTV Laga Indosiar (Versi Lima Menit)

(Kalau pernah menonton FTV yang membuat Anda berpikir, “Kenapa banyak banget orang yang suaranya mirip, ya?” Anda kemungkinan sedang menonton hasil produksi Genta Buana Paramitha. Kalau belum pernah, rangkaian adegan di bawah dapat memberikan gambaran kasarnya.)




RUMAH TOKOH UTAMA - SIANG

TOKOH UTAMA mendekati seorang perempuan yang terbaring di tempat tidur dan terbatuk-batuk.

TOKOH UTAMA:
Ibunda!

IBU:
(batuk-batuk)
Sebentar.
(batuk-batuk)
Kalau Ibu batuk lebih lama
(batuk-batuk)
lagi, waktu tayang Ibu
(batuk-batuk)
jadi lebih lama.
(batuk-batuk).
Ada apa,
(batuk-batuk)
Ananda?

TOKOH UTAMA:
Kayaknya Ananda tokoh utama di film ini!

IBU:
(batuk-batuk)
Tahu dari
(batuk-batuk)
mana?

TOKOH UTAMA:
Suara Ananda disulih suara oleh orang sama yang memerankan semua tokoh utama di FTV laga.

IBU:
Sial. Berarti sebentar lagi Bunda harus meninggal supaya kamu ada alasan merantau.

TOKOH UTAMA:
Jangan lupa batuknya, Bunda.

IBU:
Oh, iya.
(batuk-batuk semakin parah dan mulai mengerang, mengaduh, mengejang.)

Sayangnya usaha sang IBU percuma karena dipotong iklan.


JALANAN - SIANG

TOKOH UTAMA berduka kehilangan ibunya dengan cara seperti orang pada umumnya... mengendarai motor sambil berbicara pada dirinya sendiri.

TOKOH UTAMA:
Mengapa Ibunda harus meninggalkan Ananda seperti ini? Mengapa Cibubur tidak ada spot makam jadi tidak bisa ada adegan pemakaman? Mengapa--

Tiba-tiba ia diserang oleh EFEK KOMPUTER BERBENTUK KELELAWAR RAKSASA.

SFX: Suara lengkingan KELELAWAR RAKSASA, yang rupanya terdengar seperti kelinci dicekik.

Sebagai orang pada umumnya, TOKOH UTAMA kaget, memberhentikan motornya di pinggir jalan, memasang standar, mengunci motor dengan kunci ganda, menaruh helm, lalu mengguling ke tanah.

Dalam sekejap, TOKOH UTAMA sudah berpindah ke lapangan rumput.


LAPANGAN RUMPUT - SIANG

Lantas, kembali layaknya orang pada umumnya yang diserang oleh makhluk raksasa, sang TOKOH UTAMA merespons serangan itu dengan mengadakan sesi tanya jawab.

TOKOH UTAMA:
Kamu siapa! Mengapa menyerangku? A/S/L please!

KELELAWAR RAKSASA hanya terus menyerang dengan cara terbang kanan dan kiri, disesuaikan dengan arah gulingan TOKOH UTAMA.

TOKOH UTAMA, balas memukul dan menendang berputar karena ia yakin, KELELAWAR RAKSASA akan turun tepat saat ia memukul.

KELELAWAR yang terhantam melengking dan terpelanting, berubah menjadi tokoh PEREMPUAN JAHAT bermake-up tebal dan beralis tajam.

PEREMPUAN JAHAT:
(sambil menggerak-gerakkan tangan di samping)
Kurang ajarss. Beraninya kau memukulkuss.

TOKOH UTAMA:
Tanganmu ngapain sih?

PEREMPUAN JAHAT:
Aku ini siluman ularss!

TOKOH UTAMA:
Bukannya tadi kelelawar?

PEREMPUAN JAHAT:
Aslinya ular. Nanti bagian bawahku dikasih animasi badan ular, deh. Percaya aja.

TOKOH UTAMA:
Kalau emang bakal dikasih animasi, kenapa tanganmu harus gerak-gerak gitu? Atau emang semua siluman ular itu ADHD?

PEREMPUAN JAHAT:
Ssssh!

TOKOH UTAMA:
Itu mendesis atau nyuruh diam?

PEREMPUAN JAHAT:
Dua-duanya! Sudahlah, jangan dibahasss! Aku kemari karena menginginkan liontinmu! Berikan padaku!

TOKOH UTAMA:
Apa? Liontin yang diwariskan Ibunda agar dijaga baik-baik tapi tidak sempat ditayangkan di awal? Mengapa kau menginginkannya?

PEREMPUAN JAHAT:
Karena--
(terdiam... melirik kanan-kiri... mengernyitkan kening...)

TOKOH UTAMA:
Ya sudah. Berantem aja yuk?

PEREMPUAN JAHAT:
Naah! Itu baru aku ngerti.

TOKOH UTAMA dan PEREMPUAN JAHAT lalu saling menyerang—-lantas digantikan oleh STUNT DOUBLE yang proporsi tubuhnya sama sekali berbeda. STUNT DOUBLE PEREMPUAN JAHAT bahkan sebenarnya pria yang memakai wig panjang.

Setelah KEDUA STUNT DOUBLE beberapa kali jumpalitan, kembali TOKOH UTAMA dan PEREMPUAN JAHAT muncul kembali.

PEREMPUAN JAHAT:
Kau jago juga. Tapi kau tidak akan bisa menahan ini.

PEREMPUAN JAHAT mengacungkan tangannya dan mengejan.

TOKOH UTAMA:
Jurus Efek Komputer Berwarna Merah? Hiat!

TOKOH UTAMA balas mengejan untuk mengeluarkan Jurus Efek Komputer Berwarna Putih. Lantas mendorong sambil berteriak.

PEREMPUAN JAHAT balas mengerang sambil menjatuhkan diri ke belakang.

PEREMPUAN JAHAT:
AAAGGH!—eh, ada batu.
(singkirin batu dulu, bersihin rumput, baru lanjut jatuh)

PEREMPUAN JAHAT kembali bangkit.

PEREMPUAN JAHAT (CONT’D):
Kurang ajar kau! Nantikan pembalasanku! HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Eh, mesti berapa banyak ketawanya?

TOKOH UTAMA:
Tadi kebanyakan. Kalau mau kabur atau muncul, cukup lima HA.

PEREMPUAN JAHAT:
Oke. HAHAHAHA.

TOKOH UTAMA:
Satu lagi.

PEREMPUAN JAHAT:
HA!
(menghilang jadi efek komputer)

TOKOH UTAMA memegang liontin di dadanya dan memandang langit.

TOKOH UTAMA:
Liontin apakah ini sebenarnya, Ibunda?

PEREMPUAN BAIK:
Pangeran!

TOKOH UTAMA:
Siapakah Anda?

PEREMPUAN BAIK:
Saya perempuan baik. Lihat make up saya yang berbeda, terutama di bagian alis dan eyeshadow. Dan tentunya, sulih suara tokoh perempuan baik.

TOKOH UTAMA:
Mengapa kau memanggilku Pangeran? Apakah karena...

PEREMPUAN BAIK:
Ya! Ini saatnya menari diiringi nyanyian.


TAMAN BUNGA - SIANG

TOKOH UTAMA:
Ini bukannya lapangan rumput tadi, ya? Cuman semak belukarnya aja dipasangin bunga palsu?

PEREMPUAN BAIK:
Nggak akan kelihatan kok asalkan kita nggak diam di tempat terlalu lama.

TOKOH UTAMA pun berkejaran dengan PEREMPUAN BAIK sambil menyanyi.

TOKOH UTAMA:
Dan di bawah ini ada teks lagunya! Jika Anda juga seorang pemuda yang sehari-hari melawan kelelawar raksasa dan didatangi perempuan yang memanggilmu Pangeran, ikutlah menyanyi!

Lagu berakhir tanpa menjelaskan apa pun. Namun, mendadak jawabannya tidak penting karena...

PEREMPUAN BAIK:
Pangeran! Anda harus membantu ayah saya. Beliau dalam kesulitan!


HALAMAN RUMAH PEREMPUAN BAIK - SIANG

TOKOH UTAMA yang memboncengkan PEREMPUAN BAIK tiba di halaman rumah. Seorang pria berdiri di depan pintu bertangga.

AYAH PEREMPUAN BAIK:
Ah, Pangeran! Untunglah Anda datang.

TOKOH UTAMA:
Ada kesulitan apa, Ayah?

AYAH PEREMPUAN BAIK:
Mari abaikan fakta bahwa kita baru kenal tapi kau sudah menganggapku mertua.

TOKOH UTAMA:
Makanya ini fiksi, kan?

Seorang PRIA JAHAT ditemani TIGA ORANG FIGURAN datang.

PRIA JAHAT:
Hei, tua bangka. Berikan uang kami!

AYAH PEREMPUAN BAIK:
Tua bangka? Aku sama TOKOH UTAMA ini kelihatan seumuran loh. Mbok ya, improvisasi gitu. Jangan ikut skenario secara butalah.

PRIA JAHAT:
Mau gimana lagi? Aku hanya buka mulut. Yang ngisi suara kan orang lain.

TOKOH UTAMA:
Hei, jangan ganggu mereka!

PRIA JAHAT:
Oh, mau jadi pahlawan ya?

TOKOH UTAMA:
Emangnya kamu nggak?

PRIA JAHAT:
Huh, dasar aktor ganteng. Gak ngerti perasaan orang berwajah culas yang selalu kebagian peran antagonis! Hajar dia!

Setelah kira-kira lima belas menit, PRIA JAHAT dan TIGA ORANG FIGURAN pun kalah.

Muncullah PEREMPUAN JAHAT dari balik asap efek komputer sambil tertawa dan menghitung dengan jari.

PEREMPUAN JAHAT:
HAHAHA... itu tiga. HAHA! Kau pun tega menghalangi orang-orang ini?

TOKOH UTAMA:
Dasar penjahat! Mengapa kalian mengganggu orang tak bersalah?

PEREMPUAN JAHAT:
Tak bersalah? Mereka berutang loh.

TOKOH UTAMA:
Berutang?

PEREMPUAN JAHAT:
Kami ini debt collector.

PRIA JAHAT:
Nih!
(menunjukkan bukti tagihan pada TOKOH UTAMA sambil memegang pipi)

TOKOH UTAMA membuka lipatan tagihan, yang rupanya sangat panjang, hingga mencapai tanah. Matanya tampak menelusuri daftar dari atas hingga ke bawah. Semakin bawah semakin melotot.

TOKOH UTAMA menoleh pada AYAH PEREMPUAN BAIK.

TOKOH UTAMA:
Sebanyak ini?

AYAH PEREMPUAN BAIK:
(menyeringai, lantas membuka kedua tangan lebar-lebar)
PANGERAN! Kau sekarang bagian dari keluarga, kan? Bayar utang dikit nggak apa-apa kan? Demi ayahmu.

PEREMPUAN BAIK:
Lalu kita bisa mengadakan pernikahan! Yang besar! Undang sepuluh ribu orang! Lalu bikin hip-hop entrance yang diunggah di YouTube!

TOKOH UTAMA terdiam kaku.

PEREMPUAN JAHAT:
Sekalian, kembalikan liontin itu. Itu salah satu tagihan yang gak lunas oleh Ibumu. Tadinya mau nagih uang saja. Tapi bisa jadi rumahmu pun harus dijual untuk bayar utang mereka. Jadi aku amankan dulu uangku.

PEREMPUAN JAHAT melepaskan liontin dari leher TOKOH UTAMA dan mengantonginya.

PRIA JAHAT:
Ngomong-ngomong, jaketnya bagus, Bang. Buat bayaran awal dulu, ya? Nanti kami kembali dengan tim penilai rumah Abang.

PRIA JAHAT mengambil jaket TOKOH UTAMA dan pergi bersama TIGA ORANG FIGURAN dan PEREMPUAN JAHAT sambil bersenandung.

PEREMPUAN BAIK dan AYAHNYA memeluk TOKOH UTAMA yang masih terdiam kaku.

PEREMPUAN BAIK:
Bahagianya! Kebaikan memang selalu menang!


TAMAT.




SUTRADARA:
CUT! Keren. Sekarang kira-kira judulnya apa, ya?

PRODUSER:
Nggak jadi Joko Tingkir Abad 21?

SUTRADARA:
Kayaknya ceritanya udah rada gak nyambung.

PRODUSER:
Kalau gitu, Jaka Sembung Bawa Golok aja.

SUTRADARA:
Jenius!




BACA PARODI (VERSI LIMA MENIT) LAIN

Silakan klik: Daftar Parodi Versi Lima Menit.

Saturday, April 09, 2011

Parodi (Versi Lima Menit) Kini Muncul Tiap Jumat


Berbagai parodi versi lima menit sekarang hadir tiap Jumat di Yahoo! OMG Indonesia!

Laman ini akan terus digunakan untuk memuat daftar judul dan tautan menuju artikelnya (terurut berdasarkan waktu terbit, yang terbaru di bawah):

Film
--------


Acara TV
----------

__________

Perihal “Versi Lima Menit”

Ide versi singkat (lima menit) berbagai film (atau nonfilm) ini terinspirasi oleh Movie-a-Minute RinkWorks, Movies in Fifteen Minutes Cleolinda, dan Buku Dalam Lima Menit (atau Kurang).

Lima belas film versi lima menit sudah pernah diterbitkan dalam buku berjudul Parodi Film Seru pada tahun 2008 (Gramedia Pustaka Utama).

Sunday, February 13, 2011

Sinetron Supergirl (Dalam Lima Menit)






PERINGATAN PENTING!
(Tulisan di bawah ini akan memuat plot dan alur cerita utama, sehingga bisa merusak pengalaman Anda menonton seri Supergirl ini untuk selama-lamanya...
.
.
.
.
...Hahaha! Tentu saja saya bercanda. Tidak mungkin bisa lebih rusak lagi daripada aslinya.
)




INT. RUMAH MANOHARA - SIANG HARI
SAUDARA JAHAT #1:
Gue ingin ngejahatin Manohara.

SAUDARA JAHAT #2:
Atas alasan apa?

SAUDARA JAHAT #1:
Alasan?

SAUDARA JAHAT #2:
Oh, sori. Sekilas saya ngira sinetron ini ada logikanya. Maap, maap.

MANOHARA (SEBAGAI TOKOH YANG NAMANYA TIDAK PENTING):
Ada apa? Aku selalu ada di sekitar kok kalau diperlukan untuk sasaran marah-marah.

SAUDARA JAHAT #2:
SAPU HALAMAN!

SAUDARA JAHAT #1:
JANGAN KEMBALI SEBELUM BERES!

MANOHARA:
Baik.


EXT. HALAMAN RUMAH MANOHARA - SIANG HARI

Selagi menyapu halaman, MANOHARA bertemu BAYU KUSUMA NEGARA.

BAYU KUSUMA NEGARA:
Halo, Manohara. Saya akan selalu mengajakmu berbicara dan membuat SAUDARA JAHAT #3 untuk semakin membencimu.

MANOHARA:
Terima kasih.

BAYU KUSUMA NEGARA:
Apa lagi gunanya aktor pendukung ganteng satu-satunya? Sampai ketemu lagi!

Saat BAYU menghilang, mendadak hujan. MANOHARA hendak masuk rumah. Tapi pintunya terkunci.

MANOHARA:
Astaga! Bagaimana aku harus berteduh?

Untuk menunjukkan bahwa ini HUJAN YANG SANGAT DERAS DAN BERBAHAYA BAGI KESEHATAN, muncullah EFEK SUARA GURUH DUA KALI. Seakan belum cukup, arah hujan mulai tidak konsisten. Ada yang mengarah kanan, ada yang mengarah kiri.

MANOHARA (CONT'D):
(berteriak ketakutan)

Saking takutnya, MANOHARA melupakan fakta bahwa ada yang namanya pinggiran atap. MANOHARA pun mencari perlindungan keluar. Dan tentunya, seperti layaknya komplek perumahan mewah, selalu ada sawah dan... gua.

MANOHARA (CONT'D):
Oh, ada gua! Selama ini aku nggak sadar.


INT. GUA (YANG SEHARUSNYA) TERSEMBUNYI - SIANG HARI

Saat memasuki gua, mendadak ada GEMPA BUMI. Seisi gua bergoyang-goyang.

MANOHARA (CONT'D):
Gempa ini berbahaya sekali!

Untuk menunjukkan bahayanya, ada sejumlah STALAKTIT BERJATUHAN yang anehnya meledak jadi abu. Memanfaatkan pengalaman bertahan hidupnya selama ini, MANOHARA langsung mengambil keputusan...

MANOHARA (CONT'D):
Aku harus masuk lebih ke dalam!

BATU-BATU STYROFOAM menutupi pintu masuk gua. BATU STYROFOAM lainnya menggelinding, sehingga tampak sebuah PETI YANG DIPILOX COKELAT di ujung gua.

MANOHARA (CONT'D):
(menggigil kedinginan) Siapa yang menaruh peti dipilox cokelat di sini?

Ia membuka peti yang ternyata berisi sepotong baju longgar.

MANOHARA (CONT'D):
Ini baju siapa?
(menoleh ke kanan dan ke kiri)
Baiklah. Karena aku kebasahan dan kedinginan, aku akan mengenakan baju ini. Dan karena ini akan ditonton anak-anak, aku akan melapisi baju yang basah dengan ini.

PENONTON:
(syok)
Ini akan ditonton anak-anak!?

Setelah mengenakan pakaian longgar itu, MANOHARA juga menemukan topeng.

MANOHARA (CONT'D):
Wah, badanku mulai hangat. Dan tentunya akan lebih hangat lagi kalau pake topeng!

Ia pun mengenakan topeng itu, yang langsung melekat. Muncullah EFEK DIGITAL yang membuat kostum itu jadi pas di tubuh MANOHARA dan baju basah yang tadi dilapis menghilang. MANOHARA pun menjadi SUPERGIRL!

Saat terkaget-kaget, MANOHARA menemukan satu barang terakhir dalam peti: sebuah buku bertuliskan "Buku Petunjuk Baju Sakti".

MANOHARA (CONT'D):
Hahaha! Mana ada orang Indonesia yang baca buku panduan barang?

Berkat BAJU SAKTI, MANOHARA menyadari bahwa BATU STYROFOAM yang menghalangi jalan keluar gua ternyata ringan dan bisa mengangkatnya dengan mudah. Ia pun keluar.

Dari ujung gua, muncullah RUBEN ONSU, kurcaci BERKOSTUM MAD HATTER versi Johnny Depp, diiringi MUSIK PIRATES OF THE CARRIBEAN.

RUBEN ONSU:
Astaga! Siapa yang mengambil baju sakti itu! Kembalikan baju itu!

KILAS BALIK menunjukkan SEORANG PRIA SEDANG DUDUK dalam gua dan berbicara pada RUBEN ONSU.

RUBEN ONSU:
Terima kasih telah menyelamatkan nyawaku dari para ilmuwan, Pak Dahlan! Anda pahlawan bagi saya. Sayangnya, selera pemberian nama Anda...

PAK DAHLAN:
Kenapa dengan nama pemberianku, Bodong?

RUBEN ONSU:
...Tidak apa-apa, Pak. Bagus kok. Bener.
(mengela napas)
Soalnya saya berhutang nyawa pada Anda.

PAK DAHLAN:
Bayarlah dengan menjaga baju sakti ini, Bodong! Jangan sampai diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Apalagi seperti Mister Black!

RUBEN ONSU:
Itu yang ngasih nama dia, Bapak juga?

PAK DAHLAN:
Ada masalah?

RUBEN ONSU:
Nggak. Nggak ada sama sekali. Siap jaga dengan nyawa saya taruhannya!
(bergumam)
Walau mengherankan bahwa Bapak bisa membuat kostum berkekuatan super tapi tidak bisa membuat sistem keamanan yang lebih bagus daripada sebuah gua, peti dipilox cokelat, kunci gembok yang tidak bekerja, dan kurcaci sebagai petugas keamanan. Apalagi karena tinggi saya hanya lima belas sentimeter. Jelas saja memang nyawa taruhannya.

PAK DAHLAN:
Kamu ngomong sesuatu, Dong?

RUBEN ONSU:
Ah, itu perasaan Bapak saja.

KILAS BALIK berakhir dengan RUBEN ONSU meneriaki MANOHARA yang mengenakan kostum.

RUBEN ONSU:
Kembalikan baju itu!


EXT. LUAR GUA - SIANG HARI

SUPERGIRL MANOHARA menapaki rerumputan di luar gua dengan takjub.


SUPERGIRL:
Dengan kekuatan baju ini, saya akan mencari Papa!
(mengambil ancang-ancang terbang)
Bismillahirohmanirrahim.


SUPERGIRL MANOHARA yang belum bisa mengendalikan kekuatannya melompat dan menyangkut di pohon kelapa. Dari situ, dia bisa melihat bahwa gempa tadi ternyata menyebabkan sejumlah kebakaran di banyak rumah.

Dengan kekuatan supernya yang baru, SUPERGIRL pun bersalto, melompati gedung perkantoran tinggi, ke ARAH BERLAWANAN.


PENONTON:
Sebentar. Kok ada gedung perkantoran tinggi di dekat gua?


Muncul DORA THE EXPLORER.


DORA:
Gua. Pohon kelapa. Gedung tinggi. Rumah! Gua. Pohon kelapa. Gedung tinggi. Rumah!



EXT. RUMAH MANOHARA - MALAM HARI

Dan SUPERGIRL MANOHARA pun tiba di rumahnya, pas saat SAUDARA JAHAT #1 dan SAUDARA JAHAT #2 sedang memaksa ADIK MANOHARA untuk mengangkat pintu yang terjatuh.


SAUDARA JAHAT #1:
TIDAK BECUS KAMU!

SUPERGIRL:
Anak ini tidak salah. Memang pintu itu terlalu berat untuk diangkat seorang diri saja.

SAUDARA JAHAT #1:
Mari kita abaikan fakta bahwa kamu berkostum seperti penyanyi dangdut dan langsung ke pertanyaan utama: memangnya kamu bisa?

SUPERGIRL:
Akan saya coba, Tante.


MANOHARA mengangkat pintu dengan mudah.


SUPERGIRL:
Kamu tidak apa-apa, Putri?

ADIK MANOHARA:
Tahu dari mana nama saya Putri?


SUPERGIRL MANOHARA kaget. EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang. KRISIS pertama tokoh utama sudah muncul!


SUPERGIRL:
Tadi kan kamu dipanggil Putri. Begitulah saya tahu nama kamu.


KRISIS teratasi!

SUPERGIRL pun pergi.


EXT. GEDUNG PERKANTORAN TINGGI - SORE HARI

Tanpa alasan yang jelas, seorang perempuan yang ternyata SAUDARA JAHAT #3, bergantung di tengah-tengah gedung.


SAUDARA JAHAT #3:
TOLOOONG!


BAYU KUSUMA NEGARA berada jauh di bawah, di depan lobi gedung perkantoran, tampak sedang ditahan oleh DUA ORANG PETUGAS SATPAM.


BAYU KUSUMA NEGARA:
BERTAHANLAH! Kami akan menolongmu! Untuk sementara, berharaplah bahwa tidak ada yang menyadari kalau tadi malam kok sekarang jadi sore!

PENONTON:
Dah nyadar tuh.

SAUDARA JAHAT #3:
TOLOOONG! Saya tidak mau jatuh!


BAYU KUSUMA NEGARA masih di depan lobi gedung perkantoran. Dan MASIH ditahan oleh DUA ORANG PETUGAS SATPAM.


PETUGAS SATPAM #1:
Jadi masalahnya itu karena mau jatuh tapi orangnya tidak mau, gitu ya?

PETUGAS SATPAM #2:
Kalau tidak mau, berarti kita tinggal membujuknya supaya mau aja. Beres, kan?

BAYU KUSUMA NEGARA:
KAMI SEGERA MENOLONGMU! SEGERA!
(ke DUA ORANG PETUGAS SATPAM)
PAK TOLONG TAHAN SAYA! TAHAN SAYA!

SUPERGIRL mendadak muncul, lompat tinggi, membentur kaca gedung, dan menempel. Bisa jadi karena salah satu bagian dari kostumnya adalah hak tinggi. SUPERGIRL lantas melompat kembali dan menolong SAUDARA JAHAT #3 sebelum jatuh.

SAUDARA JAHAT #3 menunjukkan rasa terima kasihnya dengan mengajak kenalan.


SAUDARA JAHAT #3:
Siapa nama kamu?

SUPERGIRL:
Nama saya Supergirl.

SEMUA ORANG:
Ooooh. Supergirl.

SAUDARA JAHAT #3:
Kostum kamu bagus, beli di mana? Hahaha, bercanda. Lompatnya hebat. Atlet, ya? Kapan-kapan kita makan bareng, yuk?


MANOHARA panik. EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang. KRISIS keduanya sebagai SUPERGIRL sudah muncul!


SUPERGIRL:
(dalam hati)
Kalau aku mau, bisa-bisa ia nanti mengenali diriku. Tapi kalau nggak...

SAUDARA JAHAT #3:
Kamu bukan perempuan sombong, kan?


SUPERGIRL panik. EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang.


SAUDARA JAHAT #3:
Jadi, mau ya?

SUPERGIRL:
Ya, boleh kok. Kapan-kapan.

SAUDARA JAHAT #3:
Asiik!


KRISIS teratasi! SUPERGIRL MANOHARA pun pergi kembali ke rumahnya.


BAYU KUSUMA NEGARA:
(berpikir) Kok tubuh SUPERGIRL mirip seperti Manohara, ya? Semoga monolog dalam hati ini tidak membuat penonton sadar bahwa artinya saya suka ngebayangin tubuhnya Manohara.

PENONTON:
Nyadar kok. Cuman syok aja dengan seleramu.

BAYU KUSUMA NEGARA:
Sial.



INT. KAMAR MANOHARA - MALAM HARI

SUPERGIRL MANOHARA masuk dan berusaha membuka topengnya. Muncullah EFEK DIGITAL yang menunjukkan bahwa topeng itu sulit dibuka. Saking sulitnya, tubuh SUPERGIRL terbanting ke kanan dan kiri membentur tembok.


SUPERGIRL:
Agar lebih realistis, sebelum terbanting ke tembok, saya ambil ancang-ancang dulu.


Tidak lupa, saat SUPERGIRL membanting--


SUPERGIRL:
TERBANTING!


Iya, iya. Saat SUPERGIRL "terbanting", tubuhnya berubah menjadi stunt-in cowok kurus.


INT. RUANG KELUARGA MANOHARA - MALAM HARI


SAUDARA JAHAT #1:
Ribut-ribut apa itu?


SEMUA ORANG naik ke lantai dua dan menggedor-gedor kamar MANOHARA.

SUPERGIRL MANOHARA masih berusaha mencabut topengnya sambil ambil ancang-ancang untuk "terbanting".


SUPERGIRL:
Gak usah pake tanda kutip!


SAUDARA JAHAT #2 mendobrak pintu dan...

ADEGAN melambat. EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang. KRISIS ketiga tokoh utama!

MANOHARA sudah berganti pakaian dan sepatu.


MANOHARA:
Ada apa, ya?


KRISIS teratasi!


EXT. HALAMAN RUMAH MANOHARA - PAGI HARI

MANOHARA membaca koran yang baru datang.


MANOHARA:
Logo ini... persis dengan tato orang yang menculik Papa!


MANOHARA yang kalut, memutuskan untuk mencoba apakah ia masih memiliki kekuatan super saat tidak mengenakan baju sakti.

Tanpa alasan yang jelas, ternyata bisa. Tentunya, kemampuan ini ia langsung gunakan untuk... menyapu halaman.


MANOHARA:
Horee, beres!


MANOHARA pun melangkah mundur dengan bangga, tidak sadar bahwa ia akan menabrak BAYU KUSUMA NEGARA yang sedang berjalan ke arah MANOHARA dan memang hobi menabrak orang-orang yang berjalan mundur.


BAYU KUSUMA NEGARA:
Untunglah saya punya kemampuan menangkap orang yang saya tabrak agar langsung jatuh ke pangkuan dalam adegan lambat.

SAUDARA JAHAT #3:
Gue dendam.



INT. PERUSAHAAN TOKOH JAHAT - SIANG HARI

MANOHARA celingak-celinguk di depan meja penerima tamu perusahaan dengan berlogo pistol.


PETUGAS KEAMANAN BERPAKAIAN PREMAN:
MAU APA!

MANOHARA:
Maaf, saya mencari orang yang di tangannya ada tato logo perusahaan ini. Dia menculik Papa saya.

PETUGAS KEAMANAN BERPAKAIAN PREMAN:
Ah, itu hanya kebetulan saja.



EXT. TEMPAT PARKIR PERUSAHAAN TOKOH JAHAT

MANOHARA yang tidak puas tetap berusaha menyelidik. Ia berjalan ke belakang sebuah mobil yang diparkir dan berganti kostum menjadi SUPERGIRL!

Memang dari sisi kamera tidak kelihatan, tapi bagian belakang mobil itu sebenarnya jalan raya.


SUPERGIRL MANOHARA:
Diam!


SUPERGIRL pun meloncat ke atas gedung untuk menguping pembicaraan BOS JAHAT. Karena tentunya dari ratusan ruangan di gedung ini, mudah untuk mencari mereka; tinggal cari yang jadi lokasi syuting.


INT. RUANG RAPAT BOS JAHAT - SIANG HARI

Tampak BOS JAHAT yang mengenakan pakaian hitam-hitam dan topeng ala Bang Napi berwarna hitam sedang berbicara dengan PARA KAWANAN PENJAHAT.


BOS JAHAT:
APA? Dahlan punya anak?

KAWANAN PENJAHAT #1:
Benar, Bang Napi--eh, Mister Black! Bos!

BOS JAHAT:
Kalau gitu mari kita kabur dari sini tanpa alasan yang jelas.

KAWANAN PENJAHAT #2:
Siap Bang Nap--Bos!



EXT. JALAN RAYA CAMPUR LAYAR HIJAU - SIANG HARI

MOBIL BOS JAHAT melaju, sementara SUPERGIRL menguntit dengan cara melompati gedung-gedung. Karena tentunya, itu cara yang TIDAK AKAN MENCOLOK SAMA SEKALI.


INT. GEDUNG PARKIR BERLANTAI BANYAK - SIANG HARI


BOS JAHAT:
(menyadari dikuntit)
Tancap gas!

SUPIR:
Ini gedung parkir, Bos. Sedikit terlambat kayaknya kalau mau ngebut.


SUPERGIRL menemukan MOBIL BOS JAHAT yang diparkir dan mendekatinya.

Tiba-tiba ia terkena tembakan laser yang mengikat tubuhnya.

EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang. KRISIS HIDUP ATAU MATI tokoh utama!


BOS JAHAT:
Hahahahaha! Semakin kau meronta, semakin banyak tenagamu yang terisap.


Menghadapi KRISIS HIDUP ATAU MATI seperti ini, otak SUPERGIRL bergerak 100 kali lebih cepat dan langsung menemukan kesimpulan...


SUPERGIRL:
(dalam hati)
Orang ini sepertinya orang jahat.


SUPERGIRL menarik tali, sehingga ia dan BOS JAHAT sama-sama mengambil ancang-ancang dan menabrakkan diri ke tembok dalam adegan lambat.

EFEK SUARA menajam. MUSIK mengiringi panjang...

BERSAMBUNG. (Krisis teratasi!)

__________


Parodi lain (dalam lima menit):
  1. Parodi Tokusatsu (Dalam Lima Menit)

  2. Super Rangers (Dalam Lima Menit)

Thursday, June 25, 2009

Parodi Tokusatsu (dalam Lima Menit)

Menanggapi tulisan Super Rangers dalam Lima Menit, sejumlah pembaca berkomentar, "Bukannya tayangan tokusatsu sendiri emang aslinya ancur, Man?"

Jawaban saya: betul. Tapi setidaknya mereka niat dalam membuat cerita yang ancur. Bahkan kostum yang ancur pun konsisten. Memang diniatkan. Bukan karena minim kepedulian.

Untuk menunjukkan betapa niatnya acara tokusatsu untuk bikin tayangan yang ancur, saya akan menulis ulang sebuah skenario parodi tokusatsu yang saya tulis sepuluh tahun lalu.

Bagi pembaca awam yang belum tercerahkan, Spaced-out Gyuvan adalah parodi dari Space Cop Gaban dan Arga 0815 adalah parodi dari Saras 008 yang disponsori oleh Indosat ketika para eksekutifnya entah sedang mabok apa.




SPACED-OUT GYUVAN VS ARGA 0815


EXT. DAERAH ANTAH BERANTAH YANG BANYAK TEBING DAN BATU - SIANG HARI

Seorang CEWEK tampak berlari-lari ketakutan, sesekali melihat ke belakang, ke arah pengejarnya.

CEWEK:
(berteriak)
Tasuketeeee!

Yang dalam bahasa Indonesia artinya: toloooong! Berhubung latarnya antah berantah, mendadak terasa wajar sekali jika para tokoh dalam cerita ini bisa bahasa Jepang campur Indonesia dan Inggris.

SPACED-OUT GYUVAN tampak duduk di atas batu, bersilang kaki, sudah dalam baju tempur. CEWEK lewat di depan GYUVAN, melintas kamera.

CEWEK (O.S.) (CONT'D):
(berteriak)
Tasuketeeee!

SPACED-OUT GYUVAN masih termenung. CEWEK kembali ke samping SPACED-OUT GYUVAN.

CEWEK (CONT'D):
Woi, tasukete, oi!
(menendang GYUVAN)

SPACED-OUT GYUVAN:
(baru nyadar)
Hah?

Mendadak muncullah MONSTER.

MONSTER:
(suara seram)
Aaaku mooonster!

SPACED-OUT GYUVAN:
(mengajak salaman)
Gyuvan.

MONSTER dan SPACED-OUT GYUVAN bersalaman.

SPACED-OUT GYUVAN (CONT'D):
Ada apa, ya?

MONSTER:
(berubah sopan)
Nggak, ini... aduh, permisi yah. Tapi aku kan lagi ngejar cewek nih, teru--HEY!
(baru nyadar)
Gua MONSTER, geblek!

SPACED-OUT GYUVAN:
Lho, yang bilang bukan, siapa?

Seakan menjawab, datanglah JENDERAL MUSUH bersama PARA PRAJURIT MUSUH figuran.

JENDERAL MUSUH:
HAHAHAHA! Jadi kamu ingin menghalangi kami, Spaced-Out Gyuvan?

PARA PRAJURIT MUSUH:
Ki! Ki! Ki! [terjemahan bebas: Ya! Ya! Ya!]

GYUVAN:
Euh, pilihannya apa aja?

JENDERAL MUSUH:
A) "Tentu saja, saya adalah pejuang keadilan!"
B) "Tapi hari ini sedang libur."
C) "TIADA LIBUR BAGI PERJUANGAN MENENTANG KEJAHATAN!"
D) "Kecuali kalau long weekend."

GYUVAN:
Oke, lelucon Who Wants to Be a Millionaire udah basi nih. Jadi kita perlu cara lain untuk mengalihkan situasi.

Mendadak terdengar suara angklung dari kejauhan memainkan satu lagu Beethoven. Semuanya langsung mencari-cari sumber suara, bukan karena kaget, melainkan karena ingin memberi tahu pemainnya, kalau di dunia nyata tidak mungkin bisa memainkan lagu Beethoven yang mana pun cuman dengan menggunakan satu angklung.

Tampak SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING bergerak seperti meneriakkan sesuatu. Tapi karena terlalu jauh, tidak terdengar jelas.

JENDERAL MUSUH:
Ee?
(menunjuk ke BAYANGAN)
Omae ha dare da? [terjemahan bebas: Siapa kamu?]

PRAJURIT MUSUH:
Ki! Ki! Ki! [terjemahan bebas: Dare da! Dare da! Dare da!]

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING kembali meneriakkan sesuatu. Masih tak jelas.

JENDERAL MUSUH:
(masih menunjuk)
OMAE HA DARE DA!?

PRAJURIT MUSUH:
KI! KI! KI! [terjemahan bebas: DARE DA! DARE DA! DARE DA!]

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING lagi-lagi meneriakkan sesuatu yang tak jelas.

JENDERAL MUSUH:
Ah, udah lah, lupakan. Nggak kedengeran sama sekali.
(membalik ke GYUVAN)
Hahaha, jadi kamu ingin menghalangi kami, Spac--

SATU BAYANGAN JAUH DI ATAS TEBING PAKAI MEGAPHONE:
Cek, cek, satu dua tiga. OIII! TUNGGU GUA TURUUN!

CUT TO:

Situasi di atas tebing, memperlihatkan seorang PEMUDA kurus dengan jaket merah, tas pinggang hijau, dan cambang panjang yang berkibar ditiup beberapa pemuda lain di luar pandangan kamera--mereka dibayar khusus untuk itu, karena kebetulan di sana tidak berangin dan biaya SDM di Indonesia jauh lebih murah daripada teknologi kipas angin.

BGM: suara angklung masih mengalun di latar belakang.

PEMUDA menoleh ke PEMAIN ANGKLUNG.

PEMUDA:
Udah. Udah cukup maennya. Nih.
(memberi uang)
Buat ongkos.

PEMAIN ANGKLUNG:
Kurang, Mas.

PEMUDA:
Alaaah, cuman bentar ajah.

PEMAIN ANGKLUNG:
Tarif angkot naik, Mas.

PEMUDA:
(menggaruk-garuk kepala)
Euh, hiks. Iya deh.
(menggunakan megaphone lagi untuk teriak ke bawah)
OIII! ADA YANG PUNYA RECEH NGGAAAAK!?

Para bayangan di bawah tampak gerak-gerak walau tidak jelas maksudnya apa.

PEMUDA:
Ah, pasti ada lah, Mas. Tunggu bentar yah? Paling lama juga satu episode cuman 23 menit lah.

PEMAIN ANGKLUNG:
Iya deh, mas.

Sang PEMUDA lari ke bawah, kecapekan, ngaso dulu, beli minum, lalu lanjut lari. Total sekitar lima belas menit, tambah iklan tiga menit, jadi tinggal beberapa menit lagi buat sisa episode minggu ini.

Saat sampai di bawah, tampak SPACED-OUT GYUVAN sudah kembali melamun. MONSTER dan CEWEK sudah kenalan dan ngobrol masalah zodiak serta kartu Tarot. Sementara JENDERAL dan PARA PRAJURIT sedang maen UNO.

Sang PEMUDA langsung mengambil pose berubah bentuk.

PEMUDA:
Ima da! Change Arga!

PEMUDA berubah bentuk menjadi ARGA 0815, dengan logo baju tempur yang menunjukkan jelas-jelas nomor sponsor.

GYUVAN:
(tepuk tangan kagum)
Wah, hebat!

ARGA 0815:
Kono youni aku no aru kagiri, seigi no ikari ga ore o yobu. Arga 0815! [Terjemahan bebas: Ini adalah kata-kata standar yang saya salin dari situs web Jepang mengenai tokusatsu!]
(berpose)
Koko ni sanjyou! [Terjemahan bebas: Ya, kalimat ini juga.]

JENDERAL MUSUH:
Eeeeii!
(menghancurkan menara UNO dengan kesal dan menunjuk pada ARGA 0815)
Yare! Yare!!

PRAJURIT MUSUH:
Ki! Kii! Ki! [terjemahan bebas: Kami harap mereka memberikan kami dialog yang lebih berkelas daripada sekadar "Ki! Ki! Ki!"]

NARATOR (O.S.):
(mendeham)
Proses perubahan Arga 0815 menggunakan sinyal satelit dan memakan waktu hanya 1/100 detik.

Diperlihatkan tayangan ulang adegan PEMUDA mengambil pose berubah dalam adegan lambat ala Gaban, terus mengambil ponsel dari tas pinggang, mencet nomor...

PONSEL:
Tuuuuurrrrrrt... Nomor yang anda tuju sedang sibuk.

Tekan '1' untuk mencoba lagi walaupun tidak akan berhasil. Tekan '2' untuk komplain ke Mentari yang juga tidak akan digubris. Tekan '3' untuk mendengarkan pilihan-pilihan lain sampai nomor '99' hanya untuk menghabiskan pulsa anda.

PEMUDA:
(menepuk kepala)
Doh!
(kembali menekan nomor)

PONSEL:
Tuuuurrrrrt...klik! Halo, Pizza Hot delivery, bisa saya bantu?

PEMUDA:
Aiyaaah!

Dengan panik, PEMUDA menekan tombol berkali-kali, menghasilkan nomor telepon gaul hotline, telepon rumah dan dimarahi Ibu karena lupa ngejemput adik, salah sambung dan sempat kenalan sama seorang cewek...

JENDERAL MUSUH & PASUKANNYA:
Zzzzzzz...

Di saat yang sama, MONSTER sedang curhat pada CEWEK kalau dia bosan diberi peran antagonis melulu hanya karena faktor tampang. CEWEK sendiri mendengarkan curhat MONSTER dengan serius, sambil sesekali memberi saran. SPACED-OUT GYUVAN sesekali menimpali pembicaraan, sebelum kembali melamun.

Akhirnya hubungan telepon PEMUDA menyambung juga.

PEMUDA:
Akhirnya! Bersiaplah! Ima da! Change Arga!

PEMUDA berjalan ke sisi kamera dan tos dengan pemeran ARGA 0815. ARGA 0815 menempati posisi PEMUDA tadi.

NARATOR:
Ya! Tepat dalam waktu sepersera... er, ah, lupakan.

GYUVAN:
(tepuk tangan kagum)
Wah, hebat!

JENDERAL MUSUH:
Zzzz--eh? Oh...
(menunjuk)
Ee! Omae ha dare da!

PRAJURIT MUSUH #1:
Pak, tokoh utamanya sebelah sana, Pak.
(sambil menunjuk ke arah sebaliknya)

JENDERAL MUSUH:
Oh, ya.
(berbalik)
Omae ha dare da!
(menunjuk)

NARATOR:
Dan sekianlah episode minggu ini.

ARGA 0815 DAN PARA MUSUH:
Eh?

NARATOR:
Semoga adik-adik di rumah menikmati tayangan ini dan jangan lupa untuk mengerjakan pekerjaan rumah.

GYUVAN:
Ini bukannya buat ditayangin hari Sabtu?

Arga 0815:
Target penontonnya juga bukan cuman anak-anak, lagi.

NARATOR:
(mendeham) Jangan lupa untuk menonton episode berikutnya minggu depan, dalam waktu yang sama.

MONSTER:
Tapi aku menolak tampil untuk episode berikutnya kecuali kalau aku dikasih peran yang bisa menampilkan sisi intelektual dan romantis diriku pribadi.

PRAJURIT MUSUH:
Ya, kami adalah aktor-aktor watak! [terjemahan bebas: Ki! Ki! Ki!]

CEWEK:
Gua sih nggak apa-apa. Walau gua menentang diskriminasi pembagian peran untuk aktor dan aktris hanya karena berdasarkan stereotipe jenis kelamin, tapi kalau kerjaannya kaya gini sih masih asyik-asyik aja. Eh, ngomong-ngomong, gua cabs dulu ya? Daah!

SEMUANYA:
(balas melambai)
Daaah!

SPACED-OUT GYUVAN melamun lagi.

NARATOR mendeham lagi.


ARGA 0815:
(ke JENDERAL MUSUH)
Ngomong-ngomong, ada receh ribuan nggak? Tukang angklung pribadi gua nungguin di atas nih.

JENDERAL MUSUH:
(merogoh dompet)
Lima ribu cukup?

ARGA 0815:
Sepuluh ribu aja deh, sekalian buat minggu depan.

NARATOR:
(mendeham lebih keras)
Saya rasa ini saat yang tepat untuk penutup dan nama-nama.

ENDING CREDITS ROLL, sekitar 4 menit.

FADE TO BLACK.

SPACED-OUT GYUVAN (O.S.):
Lho, semuanya pada ke mana?

TAMAT.

Sunday, June 14, 2009

Super Rangers (dalam Lima Menit)

Super Rangers adalah serial anak-anak di TPI mulai 29 Mei 2009, tiap Sabtu dan Minggu malam. Sepertinya, sang produser dan kawan-kawan berniat untuk membuat tayangan tokusatsu untuk anak-anak.

Kualitas tayangan yang mereka hasilkan jelas mencerminkan persepsi mereka atas penonton serial ini. Tidak usah kita berbicara mengenai anggaran yang minim. Kostum dan peralatan seadanya bukanlah halangan, asalkan skenario dan penggarapannya serius.

Pertanyaannya: seberapa serius dua hal terakhir itu di Super Rangers? Berikut ringkasan episode generiknya. Dalam lima menit.

___________________

EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1 - SIANG HARI

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN, lima anak kecil yang tampak belum mampu menalikan sepatu sendiri, mendadak terkena EFEK GRAFIS KOMPUTER.

---REFF #1----

CLOSE UP pada RINO: ekspresi melongo.

CLOSE UP pada LUNA: melongo juga.

CLOSE UP pada CIMOT: tak kalah melongo.

CLOSE UP pada ICA: kalau ada Olimpiade Melongo, akan memborong medali emas.

CLOSE UP pada YURIKEN: melongo dengan begitu hebatnya sehingga aktor sinetron mana pun yang melihat akan menjura, insyaf, dan berhenti dari dunia "akting".

---Akhir REFF #1----

INT. LOKASI STUDIO MURAHAN GENERIK #1- SIANG HARI


ALPHA RANGER:
Kalian sekarang berada di luar angkasa, dalam pesawat saya yang tampaknya terbuat dari kardus.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Dunia kalian dalam bahaya dan hanya kalian yang bisa menyelamatkannya.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN kembali melongo. (Ulang bagian REFF #1.)

ALPHA RANGER:
Kalian adalah orang-orang yang terpilih karena kemampuan kalian.

PENONTON DEWASA #1:
Ya. Lahir sebagai sanak saudara produser itu kemampuan juga, lho.

ALPHA RANGER:
(mendeham)
Kalian akan kuberi kekuatan sebagai Super Rangers! Selamatkanlah Bumi!

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN lagi-lagi melongo. (Ulang bagian REFF. Dua kali.)

PESAWAT ALPHA RANGER hancur. Anak-anak itu terlempar kembali ke Bumi. Dengan selamat dan nyaman, tentunya.

PENONTON DEWASA #1:
Hancur deh, Bumi.

PENONTON DEWASA #2:
Kalau emang niat nolong Bumi, mbok ya milih pahlawan yang minimal ngomong udah jelas, gitu.

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEN!


EXT. LOKASI OUTDOOR STANDAR NOMOR #1, CUMAN BEDA BEBERAPA METER - SIANG HARI

MEGATOR:
HAHAHAHAHAHA! Saya tokoh jahat. Dan untuk menunjukkannya, saya akan tertawa keras-keras tanpa alasan setiap ngomong satu dialog. FWAGAHAHAHAHA!

BEJIBUN ANAK BUAH FIGURAN bergerak maju.

RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN:
Kami akan menghentikan kalian!


---REFF #2----

KAMERA CLOSE UP pada masing-masing anak. Satu demi satu. Adegan tiap anak akan memakan waktu kira-kira 30 detik.

MEGATOR:
(memberi isyarat sambil berbisik pada SEMUA ANAK BUAH FIGURAN)
Ssst! Kumpul semuanya! Bakal lama nih. Kita maen gaple aja dulu.

RINO:
(berpose dengan lemas dan lambat)
Ranger Rino! Kekuatan Dinosaurus!

MEGATOR:
(buang kartu balak enam)
Dengan gerakan seperti itu, pantas saja dinosaurus punah.

YURIKEN:
(berpose dengan semangat seakan-akan baru sembuh dari typhus)
Ranger Yuriken! Kekuatan Gajah Purba!

MEGATOR:
Harus spesifik gajah purba, ya? Nggak bisa gajah aja? Kenapa nggak sekalian "Kekuatan Gajah Lampung Pemain Bola yang Mencetak Gol Terbanyak"?

ICA:
(berpose seperti sedang tes senam dan curi-curi lihat gerakan anak di sebelah)
Ranger Ica! Kekuatan Panda!

MEGATOR:
Emang kekuatan panda apa, sih?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Mereka lambat, pemalas, dan cinta damai. Saking malasnya, tingkat perkawinan dan kelahiran mereka rendah, sehingga terancam punah.

MEGATOR:
Oh, cocok kalau gitu.

CIMOT:
(lebih parah lagi: curi-curi lihat gerakan ICA)
Ranger Cimot! Kekuatan Cheetah!

MEGATOR:
Cheetah yang kena beri-beri, kayaknya.

LUNA:
(bergerak sedemikian kakunya sampai boneka tali saja jadi terasa seanggun penari balet profesional)
Ranger Luna! Kekuatan Bulan Raksasa!

MEGATOR:
Bulan RAKSASA? Emang ada bulan mini?

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Mungkin maksudnya yang di langit itu terlihat kecil, Pak. Kalau di layar TV kan diperlihatkannya yang besar. Sampai satu layar penuh tuh.

MEGATOR:
Bukannya itu karena faktor jarak? Aslinya kan emang sudah raksasa? Kenapa nggak sekalian aja, "Kekuatan Bulan Ukuran Sebenarnya--Jangan Tertipu oleh Jarak!" Minimal dengan itu, tayangan ini ada unsur edukasinya. Dikit.

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Pak, kayaknya udah beres tuh.

MEGATOR:
Oke. Ayo semuanya!

---Akhir REFF #2----


RINO, LUNA, CIMOT, ICA, dan YURIKEN sudah berubah jadi Super Rangers, mengenakan helm motor yang dimodifikasi tapi tetap kelonggaran di kepala anak-anak, kostum warna-warni, dan logo RR besar di bagian dada.

MEGATOR:
Lah, Ruper Rangers dong.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Nggak usah dipikirin, Pak. Yang serius nonton serial ini cuman yang belum bisa baca kok.

MEGATOR:
Bukannya sutradara, produser, dan penulis skripnya juga nonton?

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Kalau mereka bisa baca, masa skrip kayak gini bisa lolos produksi sih?

MEGATOR:
Betul juga.

ANAK BUAH FIGURAN #1:
Pak, sekarang udah masuk kamera. Ketawanya jangan lupa.

MEGATOR:
Oh, iya. HAHAHAHAHAH! Kalian akan mati!


---REFF #3---

EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai tim SUPER RANGERS.

Dilanjutkan dengan EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai PARA PENJAHAT.

Lantas EFEK KOMPUTER GRAFIS mengenai EFEK KOMPUTER GRAFIS lainnya.

Plus bonus EFEK KOMPUTER GRAFIS di saat tidak diperlukan adanya EFEK KOMPUTER GRAFIS, seakan-akan PRODUSER membayar TIM POST-PRODUCTION dengan sistem borongan dan dapat bonus: beli dua efek grafis komputer gratis satu.

---akhir REFF #3---


MEGATOR:
FWAHAHAHAHAH! WAHAHAHAHAHA! BWAHAAHAHABAHAH!

ANAK BUAH FIGURAN #2:
Nggak usah berlebihan, Pak.

MEGATOR:
Sori. Yang tadi bukan akting, cuman tertawa miris melihat masa depanku sebagai aktor hancur karena tampil di sini.

SEMUA ANAK BUAH FIGURAN BESERTA PARA PENONTON DEWASA:
....
....
.... BWAHAHAHAHAHAHAH! FAHAAWAHAHA!

PENONTON ANAK-ANAK:
KEREEEEEN!


TAMAT.

EPILOG

PENULIS SKRIP:
Sip. Lima kali pengulangan REFF #1, ditambah minimal dua kali REFF #2. Terus minimal tiga kali REFF #3 tiap episode. Itu udah empat puluh menit. Berarti untuk episode-episode berikutnya, kita cukup memasukkan cerita selama enam menit saja.

SUTRADARA:
Cerita? Buat apa?